Peringati Hari Pers Nasional, Ketua IWB Abi Arbain Gelar Diskusi “Gesah Bareng” di Sempu

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, menggelar acara diskusi dan silaturahmi bertajuk “Gesah Bareng Bersama Pers dan Aktivis”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi ini bertempat di Cafe Becak, Desa Sempu, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

 

Acara ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan insan pers, aktivis, serta elemen masyarakat guna membahas berbagai isu sosial yang tengah berkembang di Bumi Blambangan dalam suasana penuh kekeluargaan.

 

Sinergi dan Kontrol Sosial

Dalam sambutannya, Abi Arbain menekankan bahwa Hari Pers Nasional tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan. Baginya, momen ini adalah titik balik untuk memperkuat sinergi antara media dan masyarakat.

 

“Pers memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial dan penyampai aspirasi rakyat. Melalui ‘gesah bareng’ ini, kami ingin membangun komunikasi yang sehat agar isu-isu sosial di Banyuwangi dapat dibahas secara terbuka dan solutif,” ujar Abi.

 

Ia juga menegaskan komitmen IWB untuk terus menjadi wadah informasi yang transparan dan selalu berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

 

Kolaborasi Tanpa Sekat

Nada serupa disampaikan oleh aktivis Harimau Blambangan, M. Yunus Wahyudi. Ia menilai kolaborasi antara pers dan aktivis adalah kekuatan kunci dalam mengawal kebijakan publik. Menurutnya, banyak persoalan di masyarakat yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari isu sosial hingga kebijakan pemerintah.

 

“Jika pers dan aktivis berjalan bersama, maka pengawasan terhadap kebijakan dan realitas sosial akan semakin kuat. Diskusi seperti ini penting agar tidak ada sekat di antara kita,” jelas Yunus.

 

Pers Sebagai Pilar Demokrasi

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Forum Suara Blambangan (Forsuba), H. Abdillah Rafsanjani. Beliau mengingatkan kembali posisi vital pers sebagai pilar demokrasi.

 

“Hari Pers Nasional harus menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus dijaga bersama. Pers bukan hanya penyampai berita, tetapi juga mitra masyarakat dalam memperjuangkan kebenaran,” tegas Abdillah.

 

Diskusi Konstruktif

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan ramah tamah. Dialog yang mengalir hangat ini diharapkan tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan konstruktif demi kemajuan sosial dan kesejahteraan masyarakat di Banyuwangi. Sumber berita: (Red Jaskurnia Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *