Maumere – Sikka. Kpksigap.com .
Pemerintah Kabupaten Sikka, belakangan ini ramai diperbincangkan dengan berbagai persoalan, diantaranya soal kekurangan tenaga Anastesis di RSUD T.C Hillers, Maumere, ada berita tentang perkara sengketa Pilkada Sikka, yang sedang disidangkan di MKRI, dan berita tentang dari laporan masyarakat warga Maumere tentang terdeteksinya penyakit ASF( African Swine Fever ) di 3 Desa.
Didalam rilisan berita pagi ini, wartawan KPK- Sigap com, Sikka akan lebih fokus pada berita tentang virus penyakit ASF tersebut. Bahwa pada hari Kamis tanggal 16 Januari 2025 di Maumere, Kabupaten Sikka diperoleh dari Albert Moa (Kabid Keswan Dinas Peternakan Kabupaten Sikka) terkait Terdeteksinya penyakit ASF ( African Swine Fever ) penyakit demam babi Afrika pada 3 Desa di Kabupaten Sikka, yaitu Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok dan Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat.
Sehubungan dengan hal tersebut, pihak Dinas Peternakan Kabupaten Sikka memberikan data tentang situasi dan perkembangan penyebaran virus ASF tersebut, sebagai berikut. 1. Berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Sikka dijelaskan bahwa terdapat 3 Desa yang terdeteksi ASF, diantaranya Desa Henga, Kecamatan Talibura, dengan kematian 10 ekor babi dan seluruhnya positif ASF, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok dengan kematian 8 ekor babi dan seluruhnya positif ASF, dan Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat dengan kematian 5 ekor babi dan seluruhnya positif ASF.2. Hingga saat ini Petugas Medik Veterin/ Drh dan Para Medik Veteriner ( Petugas Kesehatan Hewan ) Wilayah Kecamatan terus turun ke lokasi untuk melakukan penelusuran kasus dan pengambilan sampel dalam rangka pengujian laboratorium sekaligus memberikan KIE/ Komunikasi Informasi Edukasi kepada masyarakat pemelihara hewan babi. 3. Kasus yang cukup tinggi yakni terjadi di Desa Henga dengan rekapitulasi perbulan Oktober 2024 s/d bulan Januari2025 mencapai 103 kasus positif ASF, sehingga hal ini dapat berdampak besar terhadap penyebaran virus yang terus meningka,”paparAlbert Moa.
Lebih lanjut, tuturnya dalam catatan yang disampaikannya bahwa : + Gejala yang terlihat pada babi yang mati adalah busa keluar terus menerus dari mulut dan mulut terkancing.
+ Virus ASF adalah penyakit yang sangat menular pada babi dan dapat menyebabkan kematian hingga 100%. Penyebarannya dapat menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi peternak. ASF ( African Swine Fever ) yang cepat akan berpengaruh terhadap pengusaha ternak babi yang ada di Kabupaten Sikka .
Sebagai daerahh dengan konsumsi babi yang cukup tinggi, hal ini tentu akan berpengaruh bagi kebutuhan masyarakat lokal. Disisi lain hal ini juga akan mengakibatkan kerugian yang tinggi bagi peternak babi, apabila kasus kematian terus meningkat. Demikian, catatan seputar perkembangan virus ASF di Kabupaten Sikka .
Tentang hal ini, sebuah nada kekecewaan dari warga masyarakat mengapa di musim hujan seperti sekarang ini, pihak Dinas peternakan tidak melakukan semacam ada jadwal untuk melakukan KIE kepada masyarakat disetiap Desa sewilayah Kabupaten Sikka agar dapat memonitoring sebagai langka prefentif pencegahan berbagai jenis penyakit yang menyerang berbagai jenis pemeliharaan ternak. Karena Pemerintah itu wajib melindungi warganya dan tanah airnya. Ujar Max Obardari.
Wartawan KPK – Sigap com Sikka Frans Bata



