MI Babur Rohmah Kabibaru Berharap Ada Bantuan Mobil Operasional Sekolah Untuk Antar Jemput Siswa

KPK SIGAP INVESTIGASI
JATIM BANYUWANGI

Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Babur Rohmah, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, tempat peristiwa DC, 7, korban kekerasan seksual hingga meninggal, sekolah sudah kembali normal sejak November 2024 lalu, Tapi rasa trauma masih menyelimuti jajaran dewan guru di sekolah tersebut.

Saat para siswa di MI pelosok Desa Kalibaru Manis itu pulang, rasa was-was masih kerap menyelimuti wali murid, takut kejadian tidak mengenakkan seperti yang menimpa DC terulang, “Setelah kejadian itu, kami masih ada rasa was-was,” kata Kepala MI Babur Rohmah, Heru Prayitno.

Heru mengaku sedang mengajukan pengadaan mobil operasional sekolah untuk dijadikan kendaraan antar jemput siswa, Siswa yang kediamannya berjarak jauh dari sekolah jadi prioritas, “Untuk antar jemput siswa yang mungkin tidak dijemput orang tuanya, kami sedang mencari rekanan, siapa tahu bisa memberikan bantuan,” katanya pada Tim Investigasi Kpk Sigap.

Menurut Heru, apabila pengajuan bantuan mobil operasional itu tidak terealisasi, pihaknya akan berupaya menganggarkan sendiri “Ini sifatnya kan cari bantuan, tapi kalau tidak ada, mungkin kita anggarkan sendiri, meski prosesnya panjang, kami upayakan demi siswa kami,” tandasnya.

Heru menyampaikan kakak kandung DC, yang juga menjadi siswa di sekolahnya, BT, 11, dan sempat tidak masuk sekolah karena trauma, akhirnya masuk sekolah, Sejak adiknya meninggal siswanya itu tidak masuk sekolah dua bulan, “Sudah masuk sekolah sejak Kamis, (9/1/2025),” terangnya.

Saat Ujian Tengah Semester (UTS), jelas dia, BT menjalani ujian di rumahnya dengan pendampingan kepala sekolah. “Setiap hari ke sekolah diantar ayahnya, biar bagaimanapun sekolah harus tatap muka agar tidak ketinggalan pelajaran,” tandasnya.

Di hari pertamanya sekolah, BT mendapat sambutan hangat dari rekan sekelasnya, Pasalnya, itu menjadi kali pertama datang ke sekolah sejak kejadian memilukan yang menimpa adik kandungnya, “Siswa tidak ada yang membahas kejadian yang dulu, saya minta seperti biasa lagi, biar tidak kepikiran,” tandasnya.ungkap:(Kurnia/Tim Investigasi Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *