Kupang,
Kpksigap.com.
Pantauan media ini diawal Januari 2025 pada wilayah RT 05 Dusun Batibao desa Tesabela kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang NTT memperlihatkan bahwa masyarakat pada wilayah tersebut sedang giat menanam Sorgum di areal 5 hektar lahan .
Ketika KPK- SIGAP bincang bincang dengan Frengky Leny tokoh masyarakat dan sang insiator mengatakan bahwa setelah bersama masyarakat mempelajari dan mendapatkan berbagai informasi dari sumber sumber terpercaya tentang manfaat Surgom yang mengandung banyak nutrisi, protein dan karbohidrat serta mengandung sumber serat 48 % asupan serat satu porsi surgom untuk pencernaan sehingga mencegah sembelit maka ia mengambil inisiatif dengan mengumpulkan para tokoh masyarakat di wilayahnya kemudian bersama mengambil keputusan untuk membudidayakan sorgum tanaman biji bijian yang menduduki urutan ke 5 di dunia dari tanaman biji bijian seperti padi, gandung, jagung dan barley.
Kepada masyarakat Frengky menyampaikan beberapa keunggulan dan manfaat dari surgom, antara lain mudah untuk hidup, bertahan terhadap berbagai cuaca, panennya bisa sampai 3x setahun, bisa menjadi pengganti nasi serta memiliki multi manfaat untuk kesehatan, seperti : vitamin B, magnesium dan antitoksindan seperti flavonoid, asam fenolik serta tanian dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi pula.
Manfaat lain dari Surgom dari berbagai sumber, kata Frengky antara lain mengurangi peradangan, mencegah kanker, membantu proses penurunan berat badan, aman dikonsumsi oleh penginap penyakit celic, meningkatkan kesehatan pencernaan dan memiliki kegunaan lainnya seperti pengganti nasi, sebagai pengganti tepung, bernilai ekonomis dan juga sebagai sumber pakan ternak.
Frans Ago Hayon salah seorang tokoh masyarakat masyarakat RT 05 dusun Batuleo desa Tesabela kecamatan Kupang Barat
Kepada media KPK- SIGAP mengatakan bahwa ia sangat senang dengan program menanam Surgom yang diinsiatifi oleh Pak Frengky Leny karena sorgum memiliki banyak multi manfaat.
Sebagai tindak lanjut maka Hayon bersama teman temannya telah menanami lahan seluas 5 hektar dengan sorgum sebagai langkah awal .
Baik Frengky maupun Hayon mengharapkan agar masyarakat dapat membantu untuk bersama sama membudidayakan sorgum dalam skala yang lebih besar lagi .
Kedua tokoh masyarakat Desa Tesabela mengharapkan agar kedepan baik pemerintah maupun pihak pihak lain turut memberikan perhatian terhadap pengembangan budi daya Surgom .
KPK- SIGAP
Yohanes Kupang




