Makassar _ kpksigap.com Seorang mahasiswa Universitas Patompo Makassar mengungkapkan kekecewaannya terhadap seorang dosen pengampu mata kuliah Agama Katolik yang diduga menjual file buku kepada mahasiswa dengan harga Rp50.000 per file. Mahasiswa tersebut, yang enggan disebutkan namanya, merasa bahwa praktik ini tidak etis, terutama karena mahasiswa masih harus mencetak sendiri file yang telah dibeli.
Lebih parahnya, menurut sumber tersebut, mahasiswa yang tidak membeli file buku tersebut dikabarkan tidak akan diberikan nilai untuk mata kuliah yang diampu dosen tersebut. “Kami merasa terpaksa membeli, karena kalau tidak, kami bisa tidak dapat nilai. Ini sangat merugikan,” ujarnya kepada media 01 Maret 2025.
Mahasiswa tersebut berharap pihak kampus segera mengambil tindakan tegas terhadap dosen tersebut. “Kami mendesak pimpinan kampus untuk segera mencopot dosen yang menjadikan pendidikan sebagai ajang bisnis. Seharusnya buku atau materi pembelajaran diberikan secara gratis sebagai bagian dari proses perkuliahan, bukan diperjualbelikan,” lanjutnya.
Praktik penjualan materi perkuliahan oleh dosen bukanlah hal baru di berbagai perguruan tinggi, namun hal ini kerap menuai kritik karena dinilai melanggar etika akademik. Sejumlah mahasiswa lainnya juga mengungkapkan keluhan serupa dan berharap pihak universitas menindaklanjuti laporan ini dengan serius.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak dosen pengampu bidang studi mata kuliah agama katolik Universitas Patompo Makassar belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.
Penulis: Eventus




