Ketua Umum GPMI Kritik Keras: Tolak Ridho Adriansyah sebagai Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Kedepan

Pekanbaru (Riau) kpksigap.com
Ketua Umum Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI), Rahmat Pratama, yang juga merupakan Tim Pemenangan Gubernur Riau Terpilih Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau Terpilih SF Hariyanto, menyampaikan kritik tajam terkait kemungkinan penunjukan Ridho Adriansyah, S.STP sebagai Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta. Rahmat Pratama secara tegas menyarankan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih untuk tidak lagi mempercayakan posisi strategis tersebut kepada Ridho Adriansyah.”Rabu 18 /12/2024.

Menurut Rahmat, selama Ridho Adriansyah memimpin Badan Penghubung Provinsi Riau, masyarakat Riau yang berada di Jakarta mengalami keterpecahan yang tajam. “Kita melihat dengan jelas bagaimana Badan Penghubung selama ini gagal menjalankan perannya. Masyarakat Riau di Jakarta justru terpecah-belah, tidak ada satu suara, bahkan komunikasi dengan pemerintah pusat sangat lemah. Ini bukan hanya soal kepemimpinan yang kurang efektif, tetapi juga soal kegagalan total dalam menyampaikan kepentingan Riau di tingkat nasional,” ujar Rahmat dalam pernyataannya.

Rahmat menilai, Badan Penghubung yang seharusnya menjadi jembatan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, justru mandul di bawah kepemimpinan Ridho Adriansyah. “Tidak ada kepentingan-kepentingan strategis Riau yang disampaikan secara maksimal di pusat. Badan Penghubung hanya menjadi simbol tanpa fungsi nyata. Program-program yang seharusnya menjadi peluang bagi Provinsi Riau sering kali terabaikan karena kurangnya representasi yang kompeten dan tegas,” tambahnya.

Kritik Tajam atas Kepemimpinan Ridho Adriansyah
Lebih jauh, Rahmat menyoroti kurangnya keterlibatan aktif Badan Penghubung dalam menyelesaikan isu-isu penting yang berkaitan dengan Riau di Jakarta. “Sebagai kepala badan, Ridho seharusnya mampu menggalang persatuan masyarakat Riau, memperjuangkan aspirasi daerah, dan menjadikan Badan Penghubung sebagai alat diplomasi untuk memperkuat posisi Riau di mata nasional. Tapi apa yang kita lihat? Konflik internal di kalangan masyarakat Riau di Jakarta terus terjadi, dan ini adalah cerminan kegagalannya,” kata Rahmat dengan nada keras.

Rahmat juga mengkritik minimnya inisiatif Ridho dalam memanfaatkan posisinya untuk mendukung program-program strategis Riau. “Apakah kita pernah melihat Badan Penghubung secara serius memperjuangkan isu-isu utama seperti peningkatan infrastruktur, dana bagi hasil, atau pengembangan sektor ekonomi strategis? Tidak! Ridho lebih banyak fokus pada urusan seremonial tanpa hasil nyata bagi masyarakat Riau,” tegasnya.

Harapan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih
Rahmat Pratama berharap, di bawah kepemimpinan Abdul Wahid dan SF Hariyanto, Riau dapat memiliki pemimpin yang lebih kompeten untuk posisi strategis seperti Kepala Badan Penghubung. “Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih harus menempatkan orang yang benar-benar memiliki visi, keberanian, dan kapasitas untuk membawa nama Riau lebih diperhitungkan di tingkat nasional. Kita butuh figur baru yang mampu menyatukan masyarakat Riau di Jakarta dan memperjuangkan kepentingan daerah dengan lebih baik,” ujarnya.

Pesan Keras untuk Ridho Adriansyah
Sebagai penutup, Rahmat mengingatkan Ridho Adriansyah agar lebih introspektif terhadap kepemimpinannya selama ini. “Cukup sudah masa-masa di mana kepentingan Riau dipermainkan oleh kelemahan Badan Penghubung. Jika Ridho masih memiliki rasa tanggung jawab terhadap Riau, seharusnya ia mundur dengan hormat dan memberikan kesempatan kepada yang lebih kompeten,” pungkas Rahmat.***
( Saipul Bahri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *