KPKsigap.com-Bangka Sungailiat
Aktivitas sejumlah CV, yang diduga memiliki dan Mengoperasikan, Ponton Isap Produksi (PIP), jenis Manual Maupun TI selam, yang beraktivitas di wilayah perairan Laut Jelitik, Sungailiat, mulai menjadi perhatian, Masyarakat setempat, Sabtu (09/05/2026),
Pasalnya, berdasarkan pantauan Babel Online di lapangan masih terdapat CV, (perusahaan tambang-red) yang saat ini menjalankan Aktivitas tambang, tanpa adanya Sosialisasi maupun, koordinasi yang jelas kepada masyarakat Sekitar,
Berdasarkan informasi, sejumlah CV, yang diduga memiliki ponton (PIP), yang Beroperasi di area, Laut Jelitik, namun demikian, Masyarakat sekitar menilai keberadaan dan Aktivitas, ponton-ponton tersebut diduga, Belum sepenuhnya disertai keterbukaan informasi kepada warga maupun, warga Nelayan Setempat,
Selain itu, sebagian pengurus maupun pemilik operasional (PO) dari CV-CV itu juga diduga berasal dari luar wilayah Sungailiat, Kondisi ini memunculkan Berbagai, tanggapan dari masyarakat yang, Berharap adanya transparansi terkait legalitas, perizinan operasional, hingga dampak lingkungan dan Aktivitas, penambangan terhadap mata pencarian Nelayan,
Beberapa warga mengaku belum pernah menerima, penyampaian resmi ataupun Sosialisasi, terkait aktivitas ponton (PIP) yang diduga beroperasi di wilayah Laut Jelitik. Masyarakat, pun berharap pihak terkait dapat Melakukan, pengecekan Administrasi, maupun perizinan secara menyeluruh Guna memastikan, seluruh aktivitas berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang Berlaku,
Masyarakat juga meminta agar pihak perusahaan, maupun pengelola kegiatan dapat, Menjalin komunikasi yang, Baik dengan warga setempat guna, untuk Menghindari kesalahpahaman, serta menjaga situasi ke Amanan, dan juga ketertiban di wilayah pesisir tetap Kondusif,
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak CV, terkait dugaan tersebut, warga Berharap instansi, terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk, melakukan monitoring dan, penertiban apabila ditemukan adanya, pelanggaran terhadap Aturan yang berlaku, Pungkasnya.
Reporter (Imron)
Editor Mursyidi




