Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo, Kades Kakor Tidak Mentolerir Kenaikan Harga Tebusan Pupuk Bersubsidi

Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo, Kades Kakor Tidak Mentolerir Kenaikan Harga Tebusan Pupuk Bersubsidi !

Lembor Selatan, KpkSigap.com – Swasembada pangan menuju ketahanan pangan nasional merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang perlu mendapatkan dukungan penuh dari berbagai komponen masyarakat Indonesia. Benidiktus Dorman, Kepala Desa (kades) Kakor, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT kepada media ini menyatakan komitmennya sebagai Pemerintah Desa ( Pemdes) Kakor turut mendukung salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto akan swasembada pangan menuju terciptanya ketahanan pangan nasional. Untuk ini, Kades Kakor menyatakan tidak mentolerir tindakan para spekulan yang secara sepihak menaikan harga tebusan pupuk subsidi.

” Lebih dari 90% masyarakat di Desa saya berprofesi sebagai petani sawah. Karena itu, warga saya sangat membutuhkan ketersediaan pupuk bersubsidi tepat waktu setiap musim tanam, dengan harga sesuai dengan harga eceran tertinggi atau HET. Ketersediaan pupuk sangat dibutuhkan oleh para petani dalam rangka meningkatkan produksi pertanian . Terhadap para distributor dan pengecer yang berspekulasi terhadap pupuk bersubsidi hingga melampaui HET, saya tidak tolerir. Sebagai bagian dari pemerintah, kami di Pemerintah Desa tidak ada pilihan lain, wajib mendukung program pemerintah akan swasembada pangan menuju ketahanan pangan nasional. Distribusi pupuk bersubsidi kepada para petani tentu merupakan bagian dari upaya nyata guna mendukung program Presiden Prabowo Subianto. Sekalian dengan ini harga pupuk subsidi, suka tidak suka harus ikut peraturan presiden atau perpres,” ungkap Beny, sapaan Kades Kakor dihadapan Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP bersama Ketua Lembaga Monitoring Independen Nusa Tenggara Timur (LMI-NTT), Marsel Pelealu di kediaman Kades Beny di Kakor, Jumat Siang, 8 Agustus 2025.

Pihaknya sangat antusias dan sangat berterima kasih atas kehadiran LMI NTT dan Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP di Desanya dalam rangka memantau penyaluran pupuk bersubsidi.

” Saya sangat berterima kasih, Bapak dari LMI NTT dan Media KPK-SIGAP berkenan datang ke wilayah saya untuk tujuan yang sangat baik, yakni memberikan informasi soal harga pupuk subsidi kepada para petani. Selamat ini petani tidak terlalu tahu soal harga subsidi. Bagi mereka, yang penting pupuk ada. Soal harga mereka belum mendapatkan informasi yang cukup. Dengan kehadiran Bapak-Bapak diharapkan warga masyarakat di Desa saya akan mendapatkan informasi yang benar soal harga tebusan pupuk bersubsidi sesuai HET, ” tegasnya.

Ketika ditanya tentang harga tebusan pupuk bersubsidi di Desa Kakor, Kades Beny mengakui tidak tahu persis. Namun berdasarkan desas desus dari para petani di desanya, harga tebusan pupuk bersubsidi sebesar Rp 250.000/pasang.

” Terus terang saya tidak terlalu tahu soal harga tebusan pupuk bersubsidi oleh para petani kepada pengecer. Tetapi berdasarkan desas-desus yang beredar di tengah warga masyarakat, hartanya Rp 250.000. Harga ini jelas melampaui HET dengan alasan ongkos angkut pupuk dari Labuan Bajo ke Kakor sangat mahal. Walaupun demikian, informasi ini belum bisa kita jadikan pegangan yang pasti. Bisa saja lebih dari Rp 250.000/ pasang. Untuk mendapatkan informasi yang benar, saya persilahkan Bapak berdua dengar langsung pengakuan dari warga masyarakat di desa saya yang tergabung dalam kelompok tani,” tutur Kades Kakor dua periode ini.

Sebelumnya, di tempat terpisah dihari yang sama, LMI NTT bersama Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP menemui Matias Masa, sebagai salah satu pengecer pupuk bersubsidi di Kecamatan Lembor Selatan guna mendapatkan informasi harga tebusan pupuk bersubsidi. Namun pihaknya tidak berkenan memberikan informasi dengan alasan sudah mendapatkan pemberitahuan dari CV. Lancar Jaya selaku salah satu Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo agar tidak menerima kedatangan siapapun terkait pupuk subsidi selain Dinas Pertanian dan Distributor.

” Mohon maaf kami tidak melayani siapapun selain Distributor dan Dinas Pertanian. Kemarin kami sudah diberitahu oleh Distributor jangan melayani siapapun yang datang kesini selain Distributor dan Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Tim Investigasi Nasional Investigasi Nasional berusaha menghubungi Direktur CV. Lancar Jaya, Haji Ali Marto selalu Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat melalui sambungan telepon selulernya untuk konfirmasi dan meminta klarifikasi, namun segera diralat oleh Pengecer bahwa bukan Distributor melainkan Admin Distributor atas nama Frasiska.

” Bukan distributor tapi Admin Distributor. Ibu Frasiska. Dia yang memberitahu kami untuk jangan terima tamu sembarangan selain Distributor dan Kadus Pertanian. Kami harus ikut kata Distributor Pak. Kami takut dipecat,” ungkap Pengecer disaksikan Istri dan anaknya.

Saat Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP menghubungi Admin Distributor , Fransiska tidak merespon.

Melihat situasi ini , Ketua LMI NTT menyatakan pasti ada yang tidak beres dengan Distributor dengan para pengecer.

” Distributor dan pengecer kelihatannya mau menutup informasi terkait harga tebusan pupuk subsidi. Mereka takut ketahuan jika ada yang tidak beres terkait harga tebusan pupuk subsidi.

Sebelumnya , masih dihari yang sama, Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP sempat berdialog dengan sejumlah petani yang sedang panen padi di persawahan Lembor Selatan. Dari para petani diketahui jika harga tebusan pupuk bersubsidi di wilayah ini sebesar Rp 300.000/ pasang.

” Harga pupuk subsidi yang kami beli di pengecer Rp 300.000/Pasang. Semua orang di sini tahu harga pupuk subsidi Rp 300.000/Pasang,” ungkap tiga orang petani yang tidak bersedia namanya dimediakan.***

Reporter Adrianus Jehamat.
Editor Mursyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *