
SAMPIT- KALTENG, Praktik pelangsir BBM jenis pertalite mulai rame di Stasion Pengisian Bahan bakar minyak Umum ( SPBU ) di Jalan HM Arsyad Km 08 Samuda, Kecamatan Mentawabaru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, ( Kotim ) diduga kuat Pengawas SPBU dan PT. Pertamina, lemah dalam pengawasan.
Meski mendapatkan sorotan tajam, namun terlihat tidak menyurutkan para pelangsir keluar masuk ke SPBU yang diduga menggunakan Barcode ganda tetap melakukan aktifitasnya.
Aktifitas pelangsir ini kuat dugaan ada persengkokolan antara pelangsir dengan oprator.
” Sementara menurut warga yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengungkapkan, memang setiap hari di SPBU itu yang keluar masuk diSPBU bebas hanya mobil pelangsir, selain itu juga mereka sudah ada sekongkol dengan opratornya,” katanya.
Mobil pelangsir sekali masuk isian 400 ribu rupiah, pertalite, uang tipnya 15.000, satu kali masuk dapat dibayangkan kalau satu hari berapa mobil pelangsir yang dapat dikutip oleh oprator,” katanya.
Biasanya mereka masuk pagi jam 06.00. Wib, satu kali, ganti sip oprator sekitar jam 08.00. Wib masuk lagi satu kali, sekitar jam 14.00. Wib masuk lagi satu kali, jadi pelangsir bisa masuk empat kali dengan isian 400 ribu rupiah, dikalikan empat kali dalam satu hari berati mereka bisa mendapatkan BBM Subsidi pertalite, sekitar 160 liter untuk satu mobil,” imbuhnya.
‘” Saya berharap kepada pihak Pertamina, DPRD Kotim, yang membidangi maupun APH bertindak tegas terhadap para pelangsir pertslite bersubsidi yang selama ini membuat sejumlah masyarakat merasa resah,” ujarnya.
” Sementara Pengawas SPBU Roby Candra, ketika dikonfirmasi media ini Saptu, 28/ Maret 2026, melalui pesan Whatssap, sekira pukul 08.00. Wib, sangat disayangkan tidak ada jawaban kuat dugaan maraknya sejumlah pelangsir pertalite di SPBU KM 08 Samuda, ada permainan antara pengawas, pelangsir dan oprator ,” pungkasnya. ( MYunus )


