Demi Pendidikan Generasi Muda Pedalaman Timor, Yosef Sa’u Guru Kontrak Kemenag TTS Rela Seberangi Sungai dan Lewati Hutan

TTS- NTT-  kpksigap.com
Yosef Sa’u  ( 57) adalah seorang Guru Kontrak dari Kementrian Agama Kabupaten Timor Tengah Selatan yang mengabdi di SD Inpres Meltala, Desa Sainoni Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bertugas di daerah pedalaman sejak tahun 2002 kenyang dengan berbagai pengalaman  suka duka, kesulitan- kesulitan mampu dipatahkan Ose demikian ia biasa disapa  dengan besarnya semangat pengabdian.

Selama 23 tahun bersama murid-muridnya yang tinggal di Kobe’ob desa Sainoni Kecamatan Polen Kabupaten Timor Tengah Selatan sebagai teman perjalanan melewati hutan, gunung dan lembah. Canda dan tawa ria mengiringi perjalanan kami. Siulan burung setiap pagi dan gemericik sungai Laob dan suguhan kehijauan pohon yang memanjakan mata menjadi menu perjalanan kami pergi dan pulang sekolah.

Satu tantangan besar lanjut suami dari Natalia Fallo ini harus menyeberangi kali Laob yang terletak di batas teritorial antara Desa Sainoni dan Desa Laob.

“Saat musim hujan dan banjir warga masyarakat sekitar menunjukkan kebaikan hati, menyeberangkan saya dan anak-anak murid untuk ke sekolah, ” ujar ayah dari 4 orang anak ini kepada kpksigap. com belum lama ini.

“Kalau lagi hujan dan angin kencang orang tua murid mengantar anak- anak mereka khawatir tertimpa pohon atau hal- hal yang tidak diinginkan,” tambah Ose.

Dari Sopir Banting Setir Jadi Guru

Awalnya, ketika tamat dari Sekolah Pendidikan Agama Katolik ( SPGAK) Kefamenanu Timor Tengah Utara ( TTU) tahun 1989, pria asal Noemuti Kote Kefamenanu TTU ini sempat mengadu nasib dengan mengikuti Test PNS di Kefamenanu. Namun dewi fortuna tidak memihaknya.

Hidup harus terus berjalan seiring dengan tuntutan hidup Ose memutuskan menjadi sopir. Pernah sebagai sopir di Paroki Noemuti TTU selama 2 tahun. Sopir mobil PT Waemantar beberapa tahun.

“Saat ada proyek di Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan saya memberanikan diri masukkan lamaran di Kantor Departemen Agama. Puji Tuhan akhirnya diterima sebagai guru kontrak Pendidikan Agama Katolik, ” kenangnya.

Sudah 23 tahun Ose masih tetap setia mengabdi di SDI Meltala dan tak pernah mutasi atau minta dimutasi kan karena sebagai guru pendidikan Agama Katolik di lembaga pendidikan ini  bermuara pada terbentuk SDM yang handal dan berkarakter.

“Saat ini saya mengajar pendidikan agama Katolik di kelas I sampai dengan kelas VI dengan jumlah siswa beragama Katolik 27 orang dari keseluruhan jumlah siswa sebanyak 117 orang, ” jelas Ose.

Sambil mengutip pepatah termashur dari Negeri China “Kalau kita ingin makmur setahun maka tanamlah padi, kalau kita ingin makmur 20 tahun tumbuhkanlah pohon, kalau ingin makmur ratusan tahun, maka didiklah manusia. “

Di akhir perbincangan dengan kpksigap. com Ose meminta kepada Pemda Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk memperhatikan akses jalan menuju SDI Meltala dan pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Sainoni dan Laob.

KPK SIGAP – Yuven Fernandez

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *