KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI – Di bawah naungan langit Taman Blambangan, Rabu (31/12/2025), suasana pergantian tahun di Banyuwangi terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni perayaan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memilih menggelar “Malam Refleksi” sebagai ruang kontemplasi atas capaian besar sekaligus penguatan empati terhadap sesama.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam orasinya menekankan bahwa kekuatan utama kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini bukanlah pada penghargaan semata, melainkan pada semangat gotong royong yang tak putus.
Lonjakan Ekonomi dan Deretan Prestasi Nasional Sepanjang tahun 2025, Banyuwangi mencatatkan rapor hijau di berbagai sektor pembangunan. Ipuk memaparkan data-data krusial yang menjadi kado akhir tahun bagi warga:
Kemiskinan Terendah: Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga menyentuh level terendah dalam sejarah daerah, yakni 6,13%.
Pertumbuhan Ekonomi: Melaju kencang di angka 5,85% pada Triwulan II, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional dan Jawa Timur.
Kualitas SDM: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik signifikan menjadi 75,17.
Keberhasilan ini kian lengkap dengan pengakuan dari pemerintah pusat. Banyuwangi kembali dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif untuk kedelapan kalinya sejak 2018, serta meraih penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Terbaik Nasional dari Kemendagri.
“Prestasi adalah pengingat bahwa tanggung jawab kita semakin besar. Dinamika global dan transformasi digital menuntut kita tidak boleh berhenti berinovasi,” tegas Ipuk di hadapan ribuan warga.
Saling Menguatkan di Tengah Duka Negeri. Namun, di balik kegembiraan atas prestasi tersebut, Bupati Ipuk mengajak warga untuk tidak melupakan saudara sebangsa yang sedang berduka.
Momen refleksi ini secara khusus menghubungkan Banyuwangi dengan para perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di wilayah Sumatera yang baru saja terdampak bencana. Melalui sambungan daring, Ipuk menyapa langsung pengurus Ikawangi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami menyadari tidak semua orang menutup tahun dengan kegembiraan. Di saat kita bersyukur di sini, saudara-saudara kita di Sumatera sedang berjuang pulih dari bencana. Mari kita kirimkan doa dan kekuatan untuk mereka,” ajaknya dengan nada haru.
Doa Bersama dari Para Ulama: Nuansa spiritual semakin kental dengan hadirnya para kiai kharismatik yang memimpin doa bersama. Tokoh-tokoh seperti KH. Muhaimin Asymuni (Ketua MUI Banyuwangi), KH. Zainullah Marwan, hingga Gus Riza Azizy bersatu memanjatkan harapan agar tahun 2026 membawa keberkahan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat.
Sebagai penutup, Bupati Ipuk menegaskan bahwa kunci menghadapi tantangan masa depan, mulai dari perubahan iklim hingga ketidakpastian ekonomi, adalah dengan tetap saling menguatkan. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)



