KPK SIGAP INVESTIGASI
JATIM BANYUWANGI
Angin kencang menerjang hampir seluruh wilayah Banyuwangi mulai kemarin pada siang (9/2/2025), Angin kencang disertai hujan deras selama 30 menit tersebut memorak-porandakan puluhan pepohonan, Bahkan ada yang menimpa jaringan listrik sampai ada pula yang melintang di jalan hingga memakan korban dan mengganggu jalannya arus lalu lintas.
Dampak angin kencang sangat berdampak bagi masyarakat dirasakan hampir di seluruh wilayah kota kecamatan Banyuwangi, Aliran listrik di tujuh kecamatan padam gara-gara kabel listrik tertimpa pohon, salah satunya di kawasan dekat RTH Kalipuro, Sampai pohon besar yang berdiri di pinggir jalan pada jatuh ikut bertumbangan, Sebut saja di Jalan Brawijaya depan toko bangunan Logam Mas II, Jalan MH Thamrin, Jalan Agus Salim, dan pohon trembesi di halaman kantor Bupati Banyuwangi.
Pohon besar juga roboh di RTH Kalipuro, RTH Sri Tanjung, RTH Taman Blambangan, dan di kawasan menuju Bandara Banyuwangi, Angin kencang terjadi pukul 11.30, dengan kecepatan hingga 50 kilometer per jam, Bukan hanya pohon tumbang, sejumlah papan reklame atau baliho berukuran besarpun juga ikut roboh.
Satu titik di Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, diterjang angin kencang, Akibatnya sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah akibat diterjang angin dan Tumbangnya sejumlah pohon di lingkungan daerah Banyuwangi tersebut, tentu membuat tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) maupun stakeholder lainnya cukup sibuk.
Mereka berjibaku melakukan proses evakuasi pohon tumbang yang terjadi hampir bersamaan, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari hasil data terkait pohon tumbang maupun kerusakan rumah yang diakibatkan oleh angin kencang.
”Sudah banyak laporan yang masuk, namun saat ini masih dalam proses asesmen,” katanya, Danang menyebutkan hingga saat ini pihaknya bersama stakeholder lainnya masih melakukan pendataan diberbagai titik wilayah yang mengalami dampak angin kencang paling parah, ”Saat ini masih kami lakukan pendataan,” paparnya.
Danang mengimbau kepada warga agar tetap tenang dan tidak panik saat terjadi cuaca buruk, Musim penghujan seperti saat ini juga berpotensi menimbulkan bencana alam hidrometeorologi di seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi, BPBD telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, Di antaranya meningkatkan kesigapan, mitigasi, hingga menyebarkan peringatan dini kepada warga masyarakat.
”Kami selalu berkoordinasi bekerja sama dengan instansi terkait, mulai tingkat kecamatan hingga desa, TNI-Polri, dan masyarakat,” ungkap Danang, Mitigasi dilakukan untuk mengurangi risiko timbulnya korban atau pun kerugian lainnya.
Masyarakat diimbau agar mengenali titik-titik kerawanan bencana di masing-masing lingkungannya, Sehingga Partisipasi masyarakat dalam antisipasi dan penanganan sangat diperlukan, ”Dalam pengawasan daerah yang rawan bencana alam, diharapkan masyarakat tidak ada yang menjadi korban,” imbuh Danang.
BPBD terus siaga menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Februari, ”Selain itu kami sudah menyiapkan personel untuk mengatasi pohon tumbang jika sewaktu-waktu terjadi seperti saat ini,” pungkas Danang.ungkap:(Kurnia/Tim Investigasi Kpk Sigap)




