Banjir Daerah Aliran Sungai Noemuti Bawa Berkah Bagi Puluhan Keluarga Yang Bermukim di Bantaran Dengan Mengais Potongan Kayu Terbawa Arus Banjir

Noemuti,TTU- kpksigap.com
Di musim hujan banjir Daerah Aliran Sungai Noemuti selalu membawa berkah bagi puluhan keluarga yang bertempat tinggal di pinggiran DAS tersebut.

Pasalnya Daerah Aliran Sungai yang bermuara dari Mutis ini tidak hanya membawa lumpur dan batu tapi juga potongan kayu atau pohon yang terbawa arus banjir tidak disia-siakan warga yang akan dimanfaatkan untuk kayu api.

Ferdi Nesi ( 50) warga Postokrus Dusun 1 Kote Desa Noemuti ini kepada kpksigap. com Selasa ( 28/01/2025  mengatakan DAS Noemuti di saat musim hujan selalu banjir membawa berkah bagi kami yang berada di bantaran ini. Menurut ayah 5 orang anak ini ketika banjir mulai reda warga pinggir kali berbondong- berbondong- bondong turun ke daerah aliran sungai untuk mengumpulkan kayu api.

“Kayu dikumpulkan akibat terbawa banjir ini adalah kayu- kayu berkelas seperti jati, mahoni, jati putih dan cemara akibat tanah longsor dari kebun atau sawah warga,” ujar pria kelahiran Mutis Kecamatan Miomaffo Barat ini.

Dikatakan ketika turun kali warga membawa peralatan  seperti parang dan tali. Setelah memotong kayu kemudian diikat dan dibawa ke pinggir kali yaitu di Bronjong.

“Setelah terkumpul dalam jumlah banyak maka akan dibawa ke rumah masing- masing. Kemudian dikeringkan dan siap digunakan, “Kata Ferdi.

” Kalau kayu dikumpulkan dalam jumlah banyak tidak hanya digunakan untuk masak tapi untuk dijual. Saya biasa jual per ikat yang besar seharga Rp 10 ribu. Sedangkan ikat kecil dengan harga Rp 5000,”tambah Ferdi.

Sedangkan kalau pohon yang masih mentah lanjut Fredi dipotong ranting- rantingnya.Kalau  Pohonnya di belah dengan kapak kemudian di jemur sebagai persiapan untuk musim panas.

Sementara ibu Anas juga mengakui dengan mengais potongan kayu di kali memberikan tambahan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

“Kami biasa masak pake kayu api. Usai banjir biasa turun ke kali untuk pilih kayu. Kami kumpulkan dan diikat dan dipajang di depan rumah untuk jual. Sementara kalau pohon besar di potong pendek kemudian di belah menggunakan kapak “ujarnya.

Warga lainnya Martinus Kobesi ketika ditemui wartawan kpksigap.com di Kali Noemuti mengakui kayu yang dikumpulkan untuk dijual dengan rincian kalau yang berkelas seperti cemara, kusambi, mahoni, jati, Johar dijual dengan harga 1 pickup Rp 300- Rp 350 ribu.

“Sedangkan kayu yang biasa kami pergunakan untuk kebutuhan masak di dapur dan persiapan untuk musim panas, juga kayu ini dibeli oleh desa untuk kegiatan- kegiatan konsumsi di desa,” ujar warga RT 02 Dusun 01 Kote Desa Noemuti ini.

KPK SIGAP – Yuven Fernandez

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *