KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BONDOWOSO — Puluhan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Brawijaya At Taqwa mendatangi Kantor Pemkab Bondowoso pada Jumat (12/6/2026).
Aksi damai ini digelar untuk menagih komitmen pemerintah terkait janji kampanye Pilkada 2024 mengenai pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat miskin.
Memulai long march dari Jembatan Kironggo sejak pukul 08.00 WIB, massa menuntut kejelasan skema dan lini masa pelaksanaan program. PMII menilai, hingga kini belum ada keterbukaan informasi mengenai mekanisme pembebasan pajak untuk warga kategori Desil 1 tersebut.
“Janji kampanye bukan sekadar hiasan. Kami meminta penjelasan terbuka dan jadwal pasti agar program ini segera meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tegas perwakilan aksi, Rifki.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Sekda Bondowoso, M. Fathor Rozi, langsung menemui massa untuk berdialog. Ia menjelaskan bahwa Pemkab tetap berkomitmen merealisasikan program tersebut.
Namun, saat ini pemerintah masih melakukan validasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencakup sekitar 39.419 keluarga miskin ekstrem, dengan target rampung pada akhir tahun 2026.
Aksi yang dikawal ketat oleh 137 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub ini berjalan dengan sangat aman dan tertib.
Dipimpin langsung oleh Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, massa membubarkan diri secara kondusif setelah aspirasi mereka diterima dengan baik melalui ruang dialog yang sehat. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)




