KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI — Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke kawasan Banyuwangi dimanfaatkan oleh warga pesisir untuk menyuarakan aspirasi keselamatan jiwa para nelayan. Tokoh masyarakat Desa Pesanggaran, Suharsono, mendorong para wakil rakyat tersebut agar menyempatkan diri meninjau secara langsung kondisi Muara Lampon yang berlokasi di Dusun Ringinsari, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Muara Lampon selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga lokal sebagai jalur keluar-masuk kapal perikanan menuju laut lepas. Namun, alur pelayaran tersebut kini dinilai sangat membahayakan keselamatan pelaut akibat fenomena pertemuan dua arus gelombang.
Ancaman Gelombang dari Sisi Timur
Suharsono menjelaskan bahwa benturan dua arah arus di titik muara kerap memicu insiden kecelakaan kapal, baik saat nelayan hendak berangkat melaut maupun ketika kembali untuk berlabuh.
Arus Selatan–Utara: Gelombang yang bergerak searah alur masuk muara dan relatif aman bagi pelayaran.
Arus Timur–Barat: Arus lintang yang datang dari sisi timur. Arus inilah yang paling berisiko menghantam dan membalikkan perahu nelayan saat melintas.
“Sudah berulang kali kapal nelayan mengalami kecelakaan di titik tersebut akibat terhantam benturan dua gelombang dari arah berlawanan,” ujar Suharsono saat memberikan keterangan, Kamis (23/7/2026).
Usulan Solusi Teknis dan Pembangunan Breakwater
Meskipun wilayah Muara Lampon sempat disurvei oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, hingga saat ini belum ada realisasi fisik di lapangan.
Guna meminimalisasi risiko kecelakaan pelayaran, masyarakat mengusulkan pembangunan infrastruktur penahan ombak (breakwater) dengan rincian sebagai berikut:
Parameter – Rincian Usulan.
Panjang Bangunan – 30 Meter.
Lebar Bangunan – 10 Meter.
Fungsi Utama – Memblokir hantaman gelombang dari arah timur.
Estimasi Anggaran – Kurang dari Rp5 Miliar.
Keterbatasan Waktu dalam Forum Aspirasi
Suharsono mengaku sempat menghadiri agenda kunker Komisi IV DPR RI di kawasan Pulau Merah, Desa Sumberagung. Namun, padatnya alokasi waktu dan banyaknya perwakilan yang hadir membuat usulan teknis ini belum sempat disampaikan secara langsung dalam forum resmi.
Oleh karena itu, warga berharap agar rombongan Komisi IV DPR RI yang masih berada di Banyuwangi dapat meninjau langsung Muara Lampon sebelum menyelesaikan rangkaian kunjungan kerjanya. Pembangunan infrastruktur penahan ombak tersebut dinilai sangat vital demi melindungi keselamatan ribuan nelayan lokal yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Sumber berita: (Red Jas)




