Terkait Pemekaran DOB Amanatun, Mantan Ketua DPRD TTS 2014 – 2019 Angkat Bicara

TTS Kupang, .kpksigap.com.//
 Langkah bijak Bupati Timor Tengah Selatan (TTS),  Eduard Markus Lioe, S.ip.SH, MH,  menemui sejumlah tokoh nasional  dan lembaga terkait di Jakarta, terkait pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Amanatun, rupanya memberi  angin segar terhadap aspirasi masyarakat  menuju   pemekaran wilayah tersebut.
Selain menyerahkan aspirasi masyarakat dan tanda terima DOB Amanatun, kepada Anggota DPD Abraham  Paul Liyanto dan Anggota DPR RI, Esthon Foenay,  Bupati Eduard juga bertemu langsung dengan Ketua Forum  Komunikasi Nasional ( Forkonas) DOB,  H. Syaful Huda.
Menanggapi pemberitaan media terkait langkah strategis Bupati TTS ke Jakarta menyerahkan Dokumen DOB Amanatun,  Mantan Ketua DPRD TTS, periode 2014  – 2019, Jean. E.M Neonufa SE, akhirnya angkat bicara.
 Melalui unggahan pernyataanya di Group WhatsdApp ( WA) Suara TTS, Rabu (21/5/2025), Neonufa secara tegas mempertanyakan, penyerahan dokumen yang bertanggung jawab terkait pemekaran.
 ” Yang saya bingung, dokumennya ambil dimana dan isinya apa? Siapa yang urus dan siapa yang pantas ke Jakarta? “. tanya Jean.
Menurut politisi Nasdem ini,  jika  sekedar untuk minta dukungan dari DPR RI, mungkin bisa terjadi. Tapi surat untuk pemekaran, sampai sekarang dirinya bingung berat, karena semua sudah berjalan di jaman saya Ketua DPRD TTS tahun 2014 – 2019.
Neonufa  menyebut, DOB Amanatun masuk di tahap ke dua urutan ke 22  kabupaten  di Indonesia. Kalau tahap pertama ada 32 kabupaten di Indonesia dan Masi ada tahap ke 3 dan ke 4.
” Kan tinggal tunggu moratorium di cabut untuk DOB di seluruh Kabupaten/ kota se Indonesia. Dan juga harus pastikan kecamatan Kotolin masuk DOB Amanatun atau tidak, karena secara administrasi DOB Amanatun  masih kurang jumlah penduduk dan kepala keluarga (KK) untuk menjadi satu kabupaten baru”. terangnya.
Dirinya menegaskan, nanti sidang baru ditanyakan secara  pribadi  di paripurna.
“Biar rakyat TTS tidak terkecoh, sehingga langkah apa yang harus kita  buat untuk persiapkan pemekaran dengan baik ketika moratorium di cabut.
Kita  langsung 100 persen mekar”.ungkap Pria Alumni Unkris  Kupang ini.

KPK sigap red Yohanes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *