KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
Seorang wanita korban pencurian mengalami peristiwa tidak menyenangkan setelah berkencan dan berboncengan dengan seseorang yang pria yang baru dikenalnya, Melalui aplikasi OMI disaat hendak akan bertemu dengan si pelaku, terjadi Pada hari Sabtu tanggal 12 April 2025, Sekitar pukul 17.30 WIB dihalaman Masjid jln.girilaya no 68, Kota Surabaya, Korban mengalami tindak pidana sebuah kendaraan pencurian 1 unit sepeda motor Honda Scoopy tahun 2021.
Kejadian awal mula sang pelaku mengajak korban berboncengan menggunakan kendaraan korban setelah menonton bioskop hingga sampai pelaku mengajak korban berkeliling untuk berjalan-jalan, Saat korban meminta berhenti sejenak di sebuah masjid untuk melakukan ibadah, Sang pelaku memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa kabur kendaraan motor korban.
Kemudian setelah kejadian hilangnya motor, Korban sempat kebingungan mencari temannya itu yang sudah tidak ada berserta motornya dan melaporkan kejadian itu langsung ke pihak keamanan setempat.
Pelaku sebelumnya berkenalan melalui Aplikasi OMI dan Sepakat untuk bertemu, Setelah menonton bioskop pelaku mengajak korban jalan-jalan keliling kota Pasuruan, Namun seketika korban hendak meminta berhenti di sebuah masjid untuk melakukan ibadah, pelaku ternyata memiliki niat jahat ingin mencuri motor korban.
Saat korban sedang melakukan ibadah sholat ashar pelaku melancarkan aksinya membawa kabur kendaraan sepeda motor korban, Hingga sampai kini korban minta bantuan ke pihak keamanan scurity masjid untuk melakukan pengecekan cctv, Hingga sampai terbukti kini korban sudah membuat surat laporan kehilangan di Polsek Sawahan Surabaya.
Sampai kini kasus pencucian sedang ditangani oleh pihak kepolisian Polsek Sawahan Surabaya, Hingga menunggu hasil keputusan dari pencarian data dari sang pelaku yang diduga kuat sebagai DPO membawa sepeda motor korban.
Diharapkan setelah peristiwa ini dapat menjadi peringatan bagi warga masyarakat terutama kaum remaja untuk lebih waspada dan berhati-hati saat bertemu atau berkenalan dengan orang baru atau tidak dikenal melalui media sosial terutama melalui aplikasi online.ungkap:(Kurnia/Tim Media Investigasi Kpk Sigap)




