Diduga Oknum Kades di Randangan “Bahulupo” Ajak Lakukan Asusila melalui Video Call Kepada Istri Orang, Masyarakat Desak Sanksi Tegas

KpkSigap, Pohuwato, Randangan 03/12/202. –Seorang kepala desa (kades) di Kecamatan Randangan menjadi sorotan setelah diduga melakukan tindakan asusila melalui video call bersama seorang wanita yang diketahui telah bersuami. Aksi tersebut, yang viral di masyarakat, memicu kecaman luas dan menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap moralitas pemimpin desa tersebut.

Dalam video berdurasi 2 menit 22 detik yang beredar luas, sang kades terlihat melakukan perbuatan asusila dengan “bahulupo” atau mengocok organ vitalnya sambil berkomunikasi dengan wanita tersebut. Kejadian bermula dari percakapan via WhatsApp, di mana oknum kades meminta wanita itu menunjukkan bagian tubuhnya. Namun, wanita itu justru merespons dengan amarah dan menegur tindakan tak senonoh tersebut.

Masyarakat Randangan, yang dikenal dengan tradisi religiusnya sebagai “Kota Santri” dan rutin melaksanakan kegiatan Jumat Sholawat, merasa perbuatan ini sangat melanggar nilai-nilai adat dan agama. Sang kades sebelumnya disambut secara adat sebagai Taudaa, pemimpin yang dihormati dan diharapkan menjadi teladan. Namun, tindakan tersebut justru mencoreng martabatnya sebagai pemimpin desa.

Tokoh adat dan masyarakat Randangan mengecam keras perbuatan tersebut. Mereka menilai, kepala desa seharusnya menjaga wibawa dan perilaku demi menjaga kepercayaan warganya.

Wanita yang menjadi korban dalam kasus ini diketahui tinggal di Kabupaten Boalemo dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Boalemo. Kasat Reskrim Polres Boalemo, IPTU Syaiful Djakatara, melalui pesan WhatsApp, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Boalemo.

Sejumlah warga mendesak agar pihak berwenang memberikan sanksi tegas kepada oknum kades. Menurut mereka, tindakan tersebut tidak hanya mencoreng citra desa, tetapi juga melanggar nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi. Warga berharap kasus ini dapat segera diselesaikan secara hukum untuk memberikan efek jera dan menjaga kehormatan desa.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya integritas seorang pemimpin, terutama di wilayah yang menjunjung tinggi adat dan agama. Tindakan tegas dari pihak berwenang sangat dinantikan masyarakat demi keadilan dan penegakan moralitas di tengah kehidupan bermasyarakat. RedANDIKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *