Sering Bawa Murid ke Kontrakan Tengah Malam, Guru Magang di Jawa Barat Digerebek Warga

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

JAWA BARAT – Seorang oknum guru magang pria berusia 24 tahun di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jawa Barat terpaksa diamankan oleh pihak kepolisian. Penangkapan ini terjadi setelah warga setempat memergoki sang guru membawa seorang murid laki-lakinya ke dalam rumah kontrakan pada tengah malam, Selasa (19/5/2026).

 

Menurut laporan warga, kecurigaan sebenarnya sudah lama terendus. Aksi nekat ini diduga bukan yang pertama kali, melainkan sudah kali keempat terjadi sejak tahun 2025. Merasa ada yang tidak beres, warga yang mengintai pergerakan pelaku langsung melakukan penggerebekan dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang untuk menghindari aksi main hakim sendiri.

 

Sepakat Damai Lewat Jalur Pernikahan

 

Ada plot tak biasa dalam penyelesaian kasus ini. Meski perkara sudah masuk ke ranah hukum, orang tua korban memilih jalan yang mengejutkan. Pihak keluarga sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan cara menikahkan oknum guru magang tersebut dengan anak laki-laki mereka.

 

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa hukum tetap berjalan. Aparat kepolisian memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan menyatakan bahwa segala bentuk tindakan pemaksaan atau eksploitasi terhadap anak di bawah umur tetap dikategorikan sebagai tindak pidana yang tidak bisa gugur begitu saja lewat kesepakatan damai.

 

“Kami tetap memproses dan mendalami unsur pidananya. Penyelesaian secara kekeluargaan atau adat tidak serta-merta menghapus tindak pidana, terutama jika ada unsur pemaksaan atau pelanggaran undang-undang perlindungan anak,” tegas perwakilan kepolisian setempat.

 

Respons dan Komitmen Pihak Sekolah

 

Mendengar kabar miring yang menyeret nama institusinya, pihak SMA tempat pelaku bertugas langsung buka suara. Kepala sekolah menyatakan sangat menyesalkan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum guru magang tersebut.

 

Sebagai langkah evaluasi, pihak sekolah berkomitmen untuk:

 

Memperketat proses seleksi dan pengawasan terhadap seluruh guru magang ke depannya.

 

Meningkatkan edukasi terkait batasan profesionalisme antara guru dan murid.

 

Menjamin keamanan dan ruang aman bagi seluruh siswa agar terhindar dari tindakan yang melanggar hukum serta norma sosial.

 

Saat ini, oknum guru magang tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di polres setempat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *