‎Waraney Wulan Minahasa 2025: Malam Puncak Gemilang yang Rayakan Jati Diri dan Keanggunan Budaya Minahasa

‎TONDANO, MINAHASA — kpksigap.com, Minggu ,02 November 2025.
‎Gemerlap budaya dan pesona generasi muda Minahasa menyatu dalam satu panggung megah pada Grand Final Waraney Wulan Minahasa 2025, yang digelar di Gedung Wale Ne Tou Minahasa, Sabtu malam (1/11/2025).

‎Acara tahunan yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Minahasa ini berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Ribuan pasang mata menyaksikan bagaimana para finalis terbaik tampil menawan, bukan hanya dalam balutan busana adat yang memesona, tetapi juga lewat wawasan, kepribadian, dan jiwa kepemimpinan yang mencerminkan nilai luhur Tou Minahasa.

‎Turut hadir memberi dukungan penuh, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P. (RD) bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong, S.E., didampingi Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., serta Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si. dan jajaran Forkopimda.

‎Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa ajang Waraney Wulan Minahasa bukan hanya sekadar ajang adu penampilan, melainkan wadah pembentukan karakter dan pelestarian budaya bagi generasi muda daerah.

‎“Pemilihan Waraney Wulan bukan tentang siapa yang paling cantik atau tampan. Ini tentang siapa yang paling mampu menjiwai budaya dan nilai-nilai luhur Minahasa. Inilah cara kita menunjukkan cinta kepada tanah leluhur,” ujar RD, disambut tepuk tangan riuh hadirin.

‎Beliau juga menekankan bahwa tantangan globalisasi menuntut generasi muda Minahasa untuk tetap berpegang pada akar budaya sambil melangkah maju.

‎“Kita ingin Waraney dan Wulan menjadi duta nyata budaya Minahasa. Mereka harus mampu membawa semangat daerah ini ke tingkat yang lebih tinggi, nasional bahkan internasional,” tambahnya penuh semangat.

‎Para finalis dari berbagai kecamatan dan instansi tampil memukau dalam setiap sesi penilaian. Dari pengetahuan budaya hingga kemampuan berkomunikasi, semua menunjukkan kualitas dan semangat luar biasa. Setiap langkah di atas panggung mencerminkan kebanggaan menjadi bagian dari Tanah Toar–Lumimuut.

‎Puncak acara semakin semarak dengan penampilan musik dan tarian khas Minahasa, menegaskan bahwa budaya Minahasa bukan sekadar warisan, tetapi identitas hidup yang terus berkembang.

‎Malam Grand Final Waraney Wulan 2025 menegaskan bahwa masa depan Minahasa ada di tangan generasi muda yang bangga pada akar budayanya.

‎Di tengah modernisasi dan kemajuan teknologi, semangat mapalus, masawang-sawangan, dan cinta tanah leluhur tetap berkobar di dada anak-anak muda Minahasa.

‎Acara ditutup dengan suasana penuh sukacita dan haru, bukan hanya karena gelar yang diraih, tetapi karena kebanggaan akan jati diri Minahasa yang terus bersinar di hati setiap orang yang hadir malam itu.

‎Waraney Wulan Minahasa 2025: Bukan Sekadar Gelar, Tapi Tanggung Jawab Menjadi Wajah Budaya Minahasa..(oby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *