TRAGIS! Berniat Melerai Pertikaian, Seorang Pria di Kolang Tewas Dianiaya Rekannya di Depan Rumah
TAPANULI TENGAH, (sumut) kpksigap.com – Insiden berdarah yang menggemparkan warga terjadi di Dusun III Desa Hudopa Nauli, Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah pada Senin malam (23/2). Sebuah niat baik melerai perselisihan justru berujung maut bagi E. Manalu (36), yang tewas mengenaskan setelah dianiaya oleh temannya sendiri, DH (40).
Kronologi Kejadian: Berawal dari Meja Lapo
Peristiwa ini bermula sekira pukul 20.30 WIB di sebuah warung tuak setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka DH terlibat adu mulut hebat dengan pengunjung lain. Melihat situasi yang semakin memanas, korban EM berinisiatif merangkul pelaku dan membawanya pulang ke rumah dengan maksud menenangkan keadaan.
Namun, setibanya di area rumah pelaku, situasi justru berbalik menjadi mencekam. Bukannya mereda, emosi DH dikabarkan makin memuncak hingga terjadi baku hantam yang tidak terhindarkan di halaman rumah.
Penganiayaan Brutal Menggunakan Benda Tumpul
Kapolres Tapanuli Tengah melalui Kapolsek Kolang, AKP I.E. Simatupang, S.H., mengonfirmasi bahwa perkelahian tersebut berujung pada tindakan brutal. Pelaku diduga kuat menghabisi nyawa korban menggunakan benda tumpul yang ditemukan di lokasi kejadian.
”Pelaku diduga menggunakan kayu sepanjang 80 cm dan batu sungai untuk memukul korban. Akibat luka serius pada bagian kepala dan wajah, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP),” tegas AKP I.E. Simatupang.
Pelaku Menyerahkan Diri ke Perangkat Desa
Usai melakukan aksi tersebut, tersangka DH yang juga mengalami luka robek di pipi kanan akibat perkelahian, segera mendatangi rumah Kepala Dusun untuk mengakui perbuatannya. Pihak desa kemudian menyerahkan DH ke Polsek Kolang sebelum akhirnya digelandang ke Sat Reskrim Polres Tapteng untuk penyidikan lebih lanjut.
Barang Bukti yang Diamankan:
Satu batang kayu sepanjang 80 cm.
Batu sungai yang digunakan saat penganiayaan.
Pakaian milik korban.
Proses Hukum Berlanjut
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Pandan untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyidikan lebih mendalam. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara profesional dan intensif.
”Kami memastikan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Tapteng,” tutup Kapolsek.
Kisah tragis ini kini tengah menjadi sorotan netizen dan viral di media sosial, menjadi pengingat pahit tentang betapa cepatnya perselisihan bisa berubah menjadi tragedi nyawa.
Reporter satria @once JHG
Editor mursyidi




