KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, mengumpulkan seluruh jajaran pegawainya dalam agenda rapat dinas yang digelar di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Kamis (25/6). Langkah taktis ini diambil sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (Kamtib) di lingkungan Lapas secara konsisten dan tanpa kompromi.
Dalam arahannya, Solichin menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi merupakan harga mati yang harus dijunjung tinggi oleh setiap petugas pemasyarakatan. Ia menginstruksikan seluruh pegawai untuk tegak lurus menjalankan tugas dan fungsi (Tupoksi) sehari-hari dengan berlandaskan pada aturan yang berlaku.
“Integritas pegawai adalah fondasi kuat agar pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berjalan dengan baik dan optimal. Saya minta tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan,” ujar Solichin di hadapan jajarannya.
Lebih lanjut, Solichin mengimbau seluruh pegawai untuk menjauhkan diri dari segala bentuk penyimpangan, sekecil apa pun itu. Menurutnya, tindakan indisipliner tidak hanya merusak citra personal, tetapi juga berdampak sistemik yang dapat merugikan organisasi secara keseluruhan.
Ia kembali mengingatkan esensi mendasar bahwa setiap pegawai pemasyarakatan, apa pun bidang tugasnya, sejatinya memikul tanggung jawab utama di bidang pengamanan. Oleh sebab itu, sinergi yang solid antarbagian menjadi kunci mutlak untuk mewujudkan stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Lapas Banyuwangi.
“Deteksi dini dan kepedulian dalam mengantisipasi munculnya potensi gangguan kamtib bukanlah tugas satu seksi saja, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh seluruh elemen pegawai,” imbuhnya tegas.
Evaluasi Teknis Lintas Sektoral
Rapat dinas yang berlangsung interaktif ini tidak hanya diisi oleh arahan dari Kalapas. Sejumlah pejabat struktural dari berbagai bagian juga diberikan kesempatan untuk memberikan pemaparan serta evaluasi teknis sesuai dengan bidang masing-masing.
Hal ini dilakukan guna mengidentifikasi potensi kendala di lapangan sekaligus merumuskan solusi solutif secara bersama-sama. Melalui langkah komprehensif ini, manajemen Lapas Banyuwangi berharap mampu:
Menyamakan persepsi seluruh petinggi dan staf dalam penegakan regulasi.
Memupuk kekompakan dan soliditas antar-seksi/bidang kerja.
Mendongkrak kinerja Lapas Kelas IIA Banyuwangi ke arah yang lebih profesional, transparan, dan kondusif.
Agenda rapat dinas ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh pegawai untuk memperketat pengawasan dan tetap mengedepankan nilai humanis namun tegas dalam pembinaan warga binaan. Pembinaan internal yang berkala seperti ini dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Sumber berita: (Red Kurnia)




