Syukuran Keluarga Bapak Lasarus Pen, Bangkit Dari Kekalahan Menuju Kemenangan Kedua

Manggarai Barat, Kpksigap.com – Setiap orang beriman , entah dari agama apapun, selalu sadar dan percaya  adanya keterlibatan serta campur tangan  Tuhan yang diimaninya dalam setiap perjuangan hidup manusia. Entah sukses ataupun gagal , semuanya diyakini sebagai kehendak Tuhan yang harus terjadi dengan maksud dan tujuan tertentu . Kesadaran iman inilah yang mendorong keluarga Lasarus Pen menggelar acara syukuran di Ndekar , Desa Compang , Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – Nusa Tenggara Timur (NTT) , Sabtu 12 Juli 2025.

Syukuran Keluarga Bapak Lasarus Pen dengan tema “Mengucap Syukur dalam segala hal, Sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus bagi kamu ” merupakan refleksi atas pergumulan hidup yang dialami oleh Lasarus Pen  sebagai anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dua periode.

Acara syukuran  diisi dua jenis kegiatan . Pertama , ritus adat penyembelihan hewan kurban berupa ayam jantan berwarna merah dan putih serta seekor kambing berwarna coklat sebagai persembahan sekaligus wujud rasa syukur dan terima kasih dari manusia kepada para leluhur dan nenek moyang dari  keluarga besar Lasarus Pen, S.Pd., yang telah meninggal dunia . Adat budaya setempat meyakini  bahwa kesuksesan perjuangan politisi PDIP ini menjadi anggota DPR Kabupaten Manggarai Barat periode 2014-2019  dan 2024-2029, juga tidak terlepas dari restu para leluhur dan nenek moyang dari alam sana. Olehnya, perlu dihargai dan disyukuri dengan cara memberikan persembahan adat   yang digelar Jumat malam, 11 Juli 2025 hingga Sabtu pagi , 11 Juli 2025.

Kedua, menggelar ibadah misa yang dipimpin Imam  Katolik yang disapa Pater Egy  asal DIY. Dalam kotbahnya, Pater Egy, membeberkan tiga hal penting dalam pelaksanaan kegiatan kegiatan ibadah  syukur ini. Pertama,  syukur atas keberhasilan  keempat orang anak kandung Pak Lasa bersama Ibu Puji, demikian sapaan Istri Pak Lasa yang bernama lengkap Puji Astuti, S.Pd., asal DIY, karena telah sukses dalam belajar hingga meraih gelar sarjana semuanya. Bahkan dari  keempatnya, dengan sapaan masing -masing ;  Elin, Lois , Endang, dan Sandro, dua diantaranya telah menjadi PNS /ASN.

Kedua, syukur atas terpilihnya kembali  Pak Lasa menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat 2024-2029. Sebelumnya terpilih dalam  pileg  2014 . Namun sempat gagal dalam pileg 2019.

Ketiga , syukur atas kesetiaan menjalin kehidupan berumah tangga yang telah berlangsung selama tiga puluh tahun . Pak Lasa dan Ibu Puji sanggup bertahan dan tetap setiap merawat dan mempertahankan keutuhan hidup berubah tangga ditengah tantangan yang tidak ringan .

Menurut Pater Egy , acara syukuran ini bukan semata untuk keberhasilan keluarga ini atas tiga hal tadi . Lebih jauh adalah tentang kebaikan dan cinta Tuhan yang nyata terjadi dan mengalir dalam keluarga Pak Lasa.

” Pada hari ini kita berkumpul dalam suasana kekeluargaan penuh kegembiraan dalam nada syukur. Namun, acara syukuran ini bukan semata – mata bersyukur karena keluarga Pak Lasa telah berhasil meraih tiga hal tadi, melainkan terutama bersyukur karena kebaikan dan cinta dari Tuhan sungguh nyata terjadi dan mengalir melalui keluarga Pak Lasa,” ungkapnya .

Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Beny Nurdin. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Rikar Jani , mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat Darius Angkur bersama sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Sil Syukur , Kanis Jehabut ,serta ratusan perwakilan pendukung dan simpatisan maupun tim kerja yang telah mengantarkan Pak Lasa menuju kursi DPRD Kabupaten Manggarai Barat periode ini.

Dalam sambutannya , Ketua  Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Pak Lasa menuturkan sederetan kesulitan dan tantangan hidup sebagai Kepala keluarga yang harus membiayai pendidikan keempat anak mereka. Saat yang sama, dirinya mengalami kegagalan dalam pileg 2019. Lalu mencoba bangkit untuk berjuang lagi dalam segala keterbatasan sumber daya, terutama biaya politik pileg 2024. Minimnya daya dukung finansial menjadikan dirinya sempat diprediksi banyak pihak akan mengulangi kegagalan 2019 pada pileg 2024.

” Terus terang, sejujurnya, saya nol minus dari sisi biaya politik saat ikut pileg 2024. Belum habis pikir tentang biaya pendidikan anak-anak dan kelangsungan hidup kami sekeluarga. Saat yang sama, kesulitan mendapatkan biaya yang menjadi untuk kegiatan politik terkait pileg 2024,” ungkapnya.

Ayah empat anak ini mengakui jika keterpilihannnya dalam pileg 2024 semata-mata karena dukungan keluarga besar serta kerabat dan kenalan. Tak kalah penting adalah berkat campur tangan Tuhan.

Ia mengakui bahwa kegagalan 2019  merupakan pelajaran berharga baginya untuk berefleksi dan melahirkan spirit untuk bangkit dan berjuang lagi hingga terpilih saat ini .***

KPK SIGAP Red, Adrianus Jehamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *