KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI – Menjelang puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kabupaten Banyuwangi bersiap menghadapi lonjakan wisatawan yang diprediksi akan memadati kawasan pesisir. Menanggapi hal tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi bergerak cepat memastikan bahwa pasokan protein laut bagi warga maupun pelancong tetap terjaga tanpa ada gejolak harga yang berarti.
Pengawasan Ketat dari Hulu ke Hilir
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Pemkab Banyuwangi menekankan pada pengawasan dua arah: kelestarian ekosistem dan stabilitas pasar. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, SP., M.Si., menyatakan bahwa penguatan koordinasi telah dilakukan hingga ke tingkat akar rumput, melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Pokmaswas.
“Garis pantai kita mencapai 175,8 kilometer. Ini bukan sekadar angka, tapi tumpuan ekonomi warga. Di momen Nataru ini, kami memastikan para nelayan dan pengelola wisata bahari tetap mengedepankan tata kelola yang bertanggung jawab,” ujar Suryono saat ditemui pada Minggu (28/12/2025).
Jaminan Harga dan Kualitas di Pasar
Tim dari Dinas Perikanan tidak hanya berdiam diri di kantor. Pemantauan intensif dilakukan mulai dari dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) hingga meja pedagang di pasar tradisional. Fokus utamanya ada tiga: Ketersediaan Stok: Memastikan ikan laut segar dan produk olahan tidak mengalami kelangkaan.
Stabilitas Harga: Mencegah spekulasi harga yang sering terjadi saat permintaan meningkat. Perlindungan Konsumen: Melakukan pengecekan kualitas produk (kesegaran) serta akurasi alat timbang pedagang. “Kami ingin memastikan transaksi yang terjadi di pasar berlangsung jujur. Tidak boleh ada kecurangan timbangan, dan kualitas ikan harus layak konsumsi,” tegas Suryono.
Momentum Gemarikan di Akhir Tahun
Selain urusan stok, momen pergantian tahun ini juga dimanfaatkan untuk menggaungkan kembali kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Dinas Perikanan mendorong masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai menu utama perayaan malam tahun baru karena keunggulan nutrisinya sebagai sumber protein berkualitas.
Melalui integrasi antara kesiapan pangan dan pelestarian lingkungan pesisir, Banyuwangi optimis masa libur Nataru kali ini tidak hanya membawa kemeriahan pariwisata, tetapi juga kesejahteraan bagi para nelayan dan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)



