Sampah Menggunung di Lahan Balai Perawatan Perkeretaapian DJKA Depok, Warga Menilai Pemerintah Gagal Tangani Sampah

KPKSigap.com, Kota Depok – // Warga 04, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok menjerit dan menderita bau sangat busuk dan lalat hama yang saban hari mendera. Warga menilai pemerintah gagal menangani masalah sampah di Kota Depok.
Gunungan sampah yang berada tepat di Lahan Balai Perawatan Perkeretaapian DJKA Kota Depok tersebut, selain dikeluhkan warga bau busuk saban hari dan serangan lalat hama, juga merusak estetika kota. Menurut pengakuan warga, gunungan sampah akan diangkut habis ketika ada pejabat akan lewat dari sana.
Pantauan langsung awak media di lapangan, Rabu, (21/5/2025), tinggi gunungan sampah di RW 04 tersebut hampir menyamai tinggi atap rumah warga. Dinding tempat pembungan sampah hampir menempel ke dinding bangunan warga, hanya dipisahkan saluran air.
“Tempat pembuangan sampah itu sudah ada sekitar 5 tahunlah. Warga bayar iuran sampah setiap bulannya. Itu lahan Dipo KRL Depok dan dulunya dibuat taman. Sekarang berubah menjadi tempat pembuangan sampah untuk RT 03, 04 dan 05. Warga dari luar juga membuang sampah di situ,” kata Hari warga RW 04 ketika ditemui di kediamannya.
Lebih lanjut, warga mengatakan pihak Dinas Lingkungan Hidup dan RW sudah pernah turun dan berjanji akan mengangkut habis sampahnya. Warga juga mengeluhkan dinas lingkungan setiap turun mengangkut, sampah yang lama dan membusuk tidak lebih dulu diangkut untuk mencegah bau dan lalat hama. Menurut pengakuan warga, dalam sehari saja sudah menumpuk volume sampahnya.
“Sampahnya diangkut dua hari sekali, kadang satu atau dua kali angkut tapi sampahnya tetap banyak sisa. Sampah lama tidak diprioritaskan diangkut, jadi sampah lama tetap teronggok di bawah menyebabkan bau dan lalat hama masuk ke rumah. Harapannya, tempat pembuangan sampah ini dipindahkan ke tempat lain. Setidaknya, sampahnya diangkut habis semua setiap hari,” kata Emdi warga RW 04.
Diketuai, warga sudah kerap mengadu ke RW dan RT persoalan sampah tersebut tetapi tidak ada solusi dari pemerintah. Masalah lahan dan kesadaran warga menjadi momok. Warga menilai, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan belum maksimal. Dalih keterbatasan truk pengangkut, antrean di tempat pembuangan akhir, belum ada laporan atau keluhan dari warga dan dalih-dalih lainnya tidak menjadi alasan untuk menangani sengkarut sampah di Kota Depok.
Ketika awak media mencoba meminta keterangan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Abdul Rahman, mengatakan dengan sigap akan segera turun langsung ke lokasi.
“Hari ini saya cek langsung ke lokasi. Terima kasih atas informasinya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Abdul Rahman dalam keterangannya.
Secara terpisah, ketika awak media mencoba meminta keterangan dari Lurah Kelurahan Ratu Jaya, hanya menjawab secara normatif dengan mengatakan belum tahu dan akan segera meninjau ke lokasi serta mencari solusi.
“Saya belum tahu adanya gunungan sampah di fasilitas umum itu. Nanti saya akan tinjau ke lokasi, kita akan cari solusinya. Terima kasih atas informasinya,” tutur Bambang ketika ditemui di kantornya, Rabu (21/5/).
Sementara itu, ketika awak media mencoba dua kali di hari yang berbeda untuk meminta keterangan dari Kepala Balai Perawatan Perkeretaapian DJKA Kota Depok, hingga berita ini dipublikasikan, tidak mau menerima dan menolak awak media dengan alasan sedang tidak ada di tempat, padahal di hari dan jam kerja.
“Dulunya itu taman tapi dalam beberapa tahun ini menjadi tempat pembuangan sampah. Pihak Balai Perawatan Perkeretaapian DJKA Depok sudah melarang warga membuang sampah di situ. Warga buang sampah di lahan DJKA Depok, kesannya kan nama DJKA jadi negatif, dan merusak pemandangan,” kata seorang pekerja Balai Perawatan Perkeretaapian yang identitasnya dirahasiakan.
KPKSigap.com, Red – AlbertHS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *