Agam,Sumbar, KPK Sigap.com //
Sekitar seribu peserta dari 25 tim pawai Kabupaten Agam mengikuti Pawai Takbiran di Simpang Empat Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Minggu (30/3).
Kegiatan ini juga diramaikan masyarakat yang penasaran menyaksikan secara langsung momen tahunan ini.
Turut hadir Wakil Bupati Agam M.Iqbal, Kapolres Agam AKBP Muhammad Agus Hidayat, Kakan Kemenag Agam Thomas Febria dan sejumlah pimpinan OPD dan lainnya.
Bupati Agam Benny Warlis mengatakan, sebagai bagian dari perayaan malam takbiran, Pemkab Agam menggelar Pawai Takbiran yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Pawai ini merupakan simbol kebersamaan dan rasa syukur kita atas nikmat Ramadan serta menyambut hari kemenangan dengan penuh suka cita,” katanya.
Pawai takbiran merupakan salah satu tradisi yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk kegembiraan, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam.
Cahaya obor yang kita bawa melambangkan cahaya kemenangan dan pencerahan.
“Cahaya obor yang menerangi jalanan di malam hari melambangkan kemenangan fitrah manusia setelah sebulan penuh berpuasa dan beribadah,” katanya. Cahaya obor juga menjadi simbol pencerahan, yaitu kemenangan akal dan hati nurani atas hawa nafsu.
Pada malam yang penuh berkah ini, marilah kita jadikan momen pawai takbiran ini sebagai ajang untuk introspeksi diri. Marilah kita sucikan hati dan jiwa kita dari segala dosa dan kesalahan.
“Kepada seluruh peserta pawai obor, saya berpesan agar mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan aman,” katanya. Marilah kita tunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam adalah umat yang berakhlak mulia dan penuh kedamaian.
Malam ini adalah malam perpisahan dengan Ramadhan, suasana kebatinan kita pasti sama yaitu sedih dan haru akankah kita masih diberi kesempatan berjumpa dengan Ramadhan tahun depan.
Namun kita harus sadari bahwa Ramadhan ini hanyalah sarana yang diberikan Allah kepada kita untuk beribadah kepadaNya, yang kita sembah itu tetaplah Allah.
“Karena jika kita menyembah Ramadhan maka dengan berakhirnya Ramadan maka ibadah kita juga akan berhenti sampai disini,” katanya.




