*PLT Kadis Koprindag Buka RAT Koperasi Produsen Bangun Jaya ke-X: Bukti Konsistensi dan Kemajuan Petani Nagekeo*
Mbay, Nagekeo — KPK-Sigap-
Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-10 Koperasi Produsen Bangun Jaya (Kopsen Baja) resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag), Andreas Ndona, yang memuji perjalanan panjang koperasi sejak didirikan pada tahun 2014.
Acara ini berlangsung pada Rabu, 16 Juli 2025 yang menjadi momen refleksi dan evaluasi, sekaligus mempertegas semangat gotong royong dan daya juang para anggota. koperasi yang lahir dari Kelompok Tani Nesi Susa — kelompok yang dikenal dengan makna “tahan derita” dalam membuka lahan pertanian dan telah berdiri kokoh selama hampir 50 tahun.
Ketua Kopsen Baja, Nobertus Logo, dalam sambutannya menjelaskan sejarah dan filosofi koperasi yang kuat. Berawal dari kelompok tani generasi pertama, kemudian berkembang menjadi koperasi produsen pada generasi kedua. Ia menekankan bahwa koperasi ini membawa dua misi utama: armada perang (simbol semangat dalam mengolah lahan pertanian), dan armada dagang (koperasi sebagai pendukung distribusi dan pemasaran hasil pertanian).
“Tanah adalah ibu kita. Jika tanah sehat, maka tanaman juga akan tumbuh sehat,” ujar Nobertus. Ia berharap koperasi ke depan bisa terus membangun hubungan dengan pihak ketiga, termasuk ikut serta dalam memasarkan beras dari P3A dengan kualitas yang unggul. Nober menjelaskan, dalam perjalanan kopsen baja memeiliki, Beberapa pencapaian antara lain:
Memiliki 2 unit alsintan bantuan pemerintah
Usaha RMU (Rice Milling Unit) yang menyumbang Rp30–40 juta per tahun
Bantuan ternak sapi: 15 ekor dari Dinas Peternakan & 10 ekor dari Yayasan Mandiri (kini berkembang jadi 39 ekor)
Ia juga menekankan perlunya manajemen profesional untuk mendorong kinerja koperasi secara lebih optimal.
sedangkan Plt. Kadis Pertanian, Primus Nuwa, menyatakan kekaguman atas soliditas kelompok tani yang sudah hampir mencapai usia emas.
“Kelompok ini sehat secara keuangan, sehat pengurus, dan sehat kelompoknya,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa Dinas Pertanian siap terus mendukung produksi melalui bantuan sarana dan prasarana pertanian, termasuk alsintan, serta mendorong partisipasi kelompok tani milenial sebagai bagian dari program nasional swasembada pangan.
Dari Dinas Peternakan juga mendukung kopsen baja dengan program Paronisasi Sapi dan Inseminasi Buatan.
Perwakilan Dinas Peternakan menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan pematang sawah sebagai sumber pakan alami dalam mendukung program paronisasi sapi — program unggulan dari Bupati Nagekeo. Selain itu, disampaikan pula bahwa akan ada bantuan untuk program inseminasi buatan (IB) dengan anggaran Rp200.000 per ekor.
Plt. Kadis Koprindag, Andreas Ndona,
memberikan motivasi kepada seluruh anggota untuk berpikir keluar dari kebiasaan dan mengejar produksi nyata dibanding sekadar simpan-pinjam.
“Hidup adalah keputusan. Jangan ragu mengambil keputusan besar demi kemajuan,” pesannya.
Ia menegaskan pentingnya pembelajaran langsung di daerah maju, dan menyerukan agar Kopsen Baja menjadi koperasi yang “magis” — berpikir besar dan berani melangkah jauh demi keberhasilan bersama.
Dalam perjalanan Kelompok tani nesi susa Menuju Pesta Emas 2026. Tahun 2026 nanti akan menjadi momentum istimewa: Pesta Emas 50 Tahun Kelompok Tani Nesi Susa. Dengan capaian dan semangat yang terus terjaga, kelompok tani ini diharapkan menjadi teladan di Nagekeo, NTT, dan nasional.
KPK-Sigap, Red – Max Mare



