Perayaan Ekaristi Minggu, 29 Desember 2024 Di Gereja Stasi Santa Theresia Urung Pigang, Pesta Keluarga Kudus Nazareth Di Pimpin Oleh Pastor Paroki Nangahure, P. Wilhelmus Lae, CP

Sikka, kpksigap.com
Perayaan Ekaristi Minggu, 29 Desember 2024, Gereja sejagat merayakan Pesta Keluarga Kudus Nazareth, Yesus, Santa Perawan Maria dan Santu Yosef.

Lingkungan Santa Felixitas menanggung koor pada perayaan Pesta Keluarga Kudus. Dirigen Asti Nurak dan Organis Bapak Jhon Orlando memimpin anggota koor dengan lagu – lagu perayaan Ekaristi sesuai dengan tema perayaan “Ia Pulang Bersama – Sama Dengan Mereka Dan Hidup Bersama – Sama Dengan Mereka”. Pemain Organ, Bapak Jhon Orlando, beliau adalah salah satu tokoh umat yang masih mudah memiliki banyak potensi, kemampuan pada dirinya. Sehingga sosok pribadi Bapak Jhon Orlando dapat menjadi seorang pemimpin dalam gereja kaum awam.

Pada awal Perayaan Ekaristi, Pater Wilem, CP menyampaikan bahwa hari ini kita merayakan Pesta Keluarga Kudus. Pater Wilem, CP,  kembali menegaskan bahwa perkembangan teknologi apa pun tidak dapat menggantikan peran keluarga.

Pada homili, Pater Wilem , CP menyampaikan pesan Kitab Suci melalui bacaan – bacaan pada hari ini. Keluarga di bangun atas dasar kasih. Dan kasih itu berasal Allah. Dengan demikian keluarga yang dibangun adalah atas campur tangan Allah.

Keluarga menjadi tempat pertumbuhan kasih sayang untuk membangun kehidupan keluarga atas dasar kehendak Allah.

Demikian juga keluarga Yusuf, Maria dan Tuhan Yesus. Keluarga Kudus Nazareth mendengar akan kehendak Allah. Maka keluarga Kudus Nazareth menjadi model bagi keluarga kristiani saat ini.

Keluarga dalam iman Kristen merupakan suatu persekutuan antara ayah, ibu, dan anak yang percaya serta menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Pada saat masih kecil, kita juga diajarkan untuk menghormati orang tua yang sesuai dengan 10 Perintah Allah.

Meskipun masing – masing anggota keluarga memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Namun, satu persekutuan tersebut juga memiliki pengertian dan fungsinya dalam Kristen.

Dalam Pastoral Keluarga, memiliki 5 Fungsi Keluarga Menurut Iman Kristen 1). Keluarga sebagai sarana pendidikan yang pertama dan utama
Fungsi pertama keluarga berdasarkan Iman Kristen adalah menjadi sarana pendidikan paling utama bagi anak – anaknya. Meksipun anak-anak belajar dari guru-guru di sekolah, namun orang tua tetaplah menjadi role model utama si Kecil.

Anak yang tak pernah dididik untuk disiplin akan tumbuh menjadi anak yang egois dan congkak. Ia tidak akan mendengarkan perkataan orang lain. Anak cenderung melakukan sesuatu hal sesuai yang dikehendakinya dan mengabaikan perintah dari orang tua. 2). Keluarga sebagai perwakilan Tuhan dalam mengelola alam semesta.Tuhan Yesus menciptakan makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Sebagai makhluk yang berakal budi serta beriman, manusia dipercaya untuk bisa menjaga makhluk hidup dan alam sekitarnya agar bisa berkembang seiring waktu. Sebagai keluarga Kristiani, sikap menjaga alam semesta harus kita ajarkan kepada anak – anak kita. 3). Keluarga sebagai tempat untuk menciptakan suasana surga. Seperti pada pembahasan sebelumnya mengenai kerajaan surga. Surga bukanlah suatu tempat yang berisikan harta benda serta barang – barang mewah. Keindahan dan kesucian surga datang dari iman, cinta kasih, dan juga damai sukacita. 4). Keluarga sebagai lambang untuk berekspresi. Situasi nyaman serta tenteram bisa diciptakan oleh keluarga dengan hal – hal kecil, salah satunya ekspresi. Setiap anggota keluarga bisa menghasilkan dan memberikan ekspresi terbaiknya dalam mewujudkan cinta kasih antar sesama. 5). Keluarga sebagai dasar Iman sumber keselamatan. Jika salah satu anggota keluarga hidup di dalam Kristus, maka ia akan senantiasa menjadi terang dalam keluarga tersebut. Terang tersebut nantinya akan menjadi kesaksian hidup yang dapat dijadikan sebagai teladan dalam menjalankan hidup. Sehingga anggota keluarga juga datang dan diselamatkan oleh Yesus Kristus.

Dalam sharing yang disampaikan oleh Bapak Pastor Paroki Pater Wilem, CP bahwa dalam karya pastoral, lebih mengutamakan iman umat. Walaupun sikap dan perilaku umat memberikan reaksi – reaksi yang negatif akan pelayanan Pastoral.

Setelah homili, pasangan keluarga Bapak Stefanus Nong Piter dan Ibu Genoveva mewakili pasangan keluarga yang lain di Stasi Santa Theresia Urung Pigang, mengulangi  janji perkawinan yang telah diucapkan pada saat  menerima sakramen perkawinan.

Selamat Merayakan Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf bagi Keluarga – Keluarga di Stasi Santa Theresia Urung Pigang. Semoga yang yang sudah dibentuk menjadi seminari kecil tempat bertumbuh dan berkembangnya benih – benih cinta sejatih yang berasal dari Allah.

(KPK-SIGAP, Red, Sikka, Stefanus Keban)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *