SMKS Islam 1 Kota Blitar Gelar Diklat Bela Negara, Kepala Sekolah: Karakter Disiplin dan Tangguh Siswa Dibentuk Sejak Awal

Blitar | Kpksigap.com — SMKS Islam 1 Kota Blitar menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Jika umumnya MPLS berlangsung selama tiga hari, sekolah ini memperpanjang kegiatan menjadi enam hari dengan menambahkan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara bekerja sama dengan Kodim 0808/Blitar. Kegiatan berlangsung di Lapangan Jatimalang, Kota Blitar, Kamis (16/7/2026).

Kepala SMKS Islam 1 Kota Blitar, Drs. Gigih Widiyanto, M.Pd., mengatakan, tambahan tiga hari tersebut dikhususkan untuk membentuk karakter peserta didik melalui tema “Membangun Karakter Pelajar yang Tangguh, Disiplin dan Cinta Tanah Air.”

“Kalau sekolah lain MPLS rata-rata tiga hari, di SMK Islam kami laksanakan selama enam hari. Tiga hari pertama untuk MPLS, kemudian tiga hari berikutnya diisi Diklat Bela Negara bekerja sama dengan Kodim 0808 Blitar. Kerja sama ini sudah kami jalankan hampir sepuluh tahun dan memberikan dampak yang sangat baik bagi pembentukan karakter siswa,” kata Gigih.

Menurut dia, jumlah siswa SMKS Islam 1 Kota Blitar mencapai sekitar 915 orang, sehingga pelaksanaan diklat dilakukan secara bertahap. Pada gelombang pertama, sekitar 450 siswa mengikuti kegiatan agar proses pembinaan berjalan lebih efektif.

Gigih menjelaskan, program tersebut tidak hanya menyasar siswa baru kelas X. Setelah pelaksanaan untuk peserta didik baru selesai, kegiatan serupa juga akan diberikan kepada siswa kelas XI dan XII secara bertahap.

“Kami ingin membentuk karakter anak-anak sejak awal. Mereka baru lulus dari SMP sehingga perlu penyesuaian pola pikir, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Apalagi di SMK banyak kegiatan praktik yang membutuhkan fisik yang kuat, disiplin, dan kesiapan mental,” ujarnya.

Pada hari pertama pelatihan, para siswa mendapatkan materi dasar berupa Peraturan Baris Berbaris (PBB). Menurut Gigih, latihan tersebut menjadi fondasi untuk menanamkan disiplin sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

“Anak-anak masih membawa kebiasaan ketika di SMP. Melalui latihan dasar seperti PBB, kami berharap mereka lebih serius, disiplin, dan siap mengikuti pendidikan di SMK,” katanya.

Sementara itu, perwakilan pelatih dari Kodim 0808/Blitar, Resdianto, mengatakan kegiatan Bela Negara tidak hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga memotivasi generasi muda agar memiliki semangat mengabdi kepada bangsa.

“Harapan kami, setelah mendapat bimbingan dari kami, mereka termotivasi menjadi generasi penerus bangsa yang baik. Kami tidak selamanya bertugas di TNI karena suatu saat akan pensiun. Nantinya merekalah yang akan melanjutkan perjuangan membangun bangsa ini,” ujar Resdianto.

Apresiasi juga datang dari Ketua Regional 3 Saber Pungli Jawa Timur, Sutrisno, SH., Adv. Menurut dia, pendidikan karakter melalui Bela Negara menjadi langkah positif yang layak dicontoh sekolah lain di Blitar Raya.

“Saya sangat mengapresiasi pembinaan Bela Negara di SMK Islam Blitar. Harapan saya, seluruh SMK maupun SMA di Blitar Raya bisa mencontoh kegiatan seperti ini karena mampu membentuk karakter siswa menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki rasa cinta tanah air,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sutrisno juga menegaskan pentingnya seluruh sekolah mematuhi kebijakan pemerintah terkait pencegahan pungutan liar.

“Sebagai penghubung Saber Pungli, saya tidak menemukan praktik yang mengarah pada pungutan liar di SMK Islam Blitar. Saya berharap seluruh SMK dan SMA mematuhi instruksi Gubernur Jawa Timur agar tidak ada penjualan seragam maupun pungutan liar sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat program pemerintah,” ujarnya.

Redaksi | Pramono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *