Penerimaan Siswa Baru Di SMAN 1 Genteng Kulon Di Tolak Oleh Pihak Sekolah Di karenakan Dugaan Terkait Domisili ( Kependudukan)

 

BANYUWANGI 19/06/2026. Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK tahun ajaran 2026/2027 terus menjadi sorotan publik. Demi memastikan jalannya proses yang adil dan transparan, sejumlah wali murid yang didampingi Oleh Humas R.A.M.P.A.S Irwan, bersama tim dari Media KPK Sigap, mendatangi dan mengawal langsung posko pengaduan/sekretariat SPMB di SMA Negeri 1 Genteng.

Langkah ini diambil menyusul adanya keluhan dari sejumlah wali murid terkait proses seleksi, mulai dari jalur zonasi (domisili) hingga jalur prestasi.

Dari Persoalan Jalur Domisili hingga Prestasi

Kehadiran Wali Murid ini dipicu oleh gugurnya beberapa calon siswa pada tahap reguler melalui jalur zonasi terdekat (domisili), yang dinilai menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga. Tidak berhenti di situ, kawalan ketat juga dilakukan saat proses berlanjut ke jalur prestasi.

Perwakilan wali murid menyatakan bahwa mereka hanya ingin memastikan bahwa sistem seleksi berjalan objektif, tanpa ada permainan di balik layar.

“Kami ke sini untuk mencari keadilan dan kejelasan. Anak-anak kami yang secara jarak rumah masuk dalam radius, atau yang memiliki piagam prestasi, berhak mendapatkan haknya secara transparan,” ujar salah satu wali murid di lokasi.

Humas R.A.M.P.A.S Irawan, Di Dampingi Pradi Nusantara, ( H, Sugeng Eko Harto S,H) menegaskan bahwa kehadirannya bersama para wali murid adalah untuk memastikan pihak sekolah dan panitia SPMB menjalankan regulasi sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku dari Dinas Pendidikan.

“Kami hadir untuk mengawal hak-hak konstitusional para calon siswa. Kami ingin melihat langsung bagaimana sistem verifikasi di sekretariat SPMB SMAN 1 Genteng ini bekerja. Jika ada indikasi ketidaksesuaian, baik di jalur domisili yang tidak diterima kemarin maupun jalur prestasi saat ini, kami akan pertanyakan secara prosedural,” tegas Irawan

Sementara itu, tim Media KPK Sigap yang turut berada di lokasi menegaskan komitmennya sebagai kontrol sosial. Mereka memastikan akan terus menayangkan perkembangan kasus ini agar publik, khususnya masyarakat Genteng dan sekitarnya, mendapatkan informasi yang berimbang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia SPMB SMAN 1 Genteng masih melakukan proses verifikasi berkas jalur prestasi, sementara Pihak Humas R.A.M.P.A.S, ( Ruang Aliansi Masyarakt Peduli Anak Sekolah ) Irawan dan wali murid tetap bersiaga di sekitar area sekolah untuk memantau pengumuman resmi. (ungkap Dwipan kpk sigap )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *