Pembangunan SDK Kumba 1 Bakal Tuntas Secepatnya Jika Ikuti Arahan Pengawas !

Ruteng, KPK SIGAP.COM – Material kayu lokal yang sangat dibutuhkan untuk kebutuhan kusen pintu dan jendela serta rangka atap bagi pekerjaan rehab tiga ruang kelas di SDK Kumba 1, Kel. Satar Tacik, Kec. Langke Rembong, Kab.Manggarai, Flores – NTT sebanyak kurang lebih sekitar 150 batang telah tersedia. Pekerjaan pembongkaran sing penutup dan rangka atap tiga ruang kelas telah dimulai Senin-Selasa, 6 -7 Oktober 2025.

Kepala SDK Kumba 1, Saverinus Jemaat, S.Pd., ditemui media ini di ruang kerjanya, Rabu pagi (7/10/2025) membenarkan pekerjaan pembongkaran atap tiga ruang kelas di sekolahnya telah dimulai sejak Senin (6/10/2025) dan terus berlanjut hingga Selasa (7/10/2025).

Sesuai komitmen kami yang telah disampaikan kepada media ini hari Jumat tanggal 3 Oktober 2025. Bahwa pekerjaan rehap untuk tiga ruangan kelas di sekolah ini belum bisa dimulai karena masih menunggu material kayu yang dipesan khusus sesuai ukuran yang dibutuhkan. Saat ini kayu sudah ada. Dari 140 batang kayu yang dibutuhkan, 60 batang sudah tersedia dilokasi pekerjaan. Sisanya sedang dalam upaya pengangkutan menuju ke sekolah ini. Pekerjaan pembongkaran atap tiga ruang sudah dimulai hari Senin tanggal 6 Oktober dan berlanjut hari ini Selasa tanggal 7 Oktober,” ungkap Kepsek Saver selaku Penanggungjawab P2SP SDK Kumba 1.

Kepsek SDK Kumba 1, Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP, Pengawas, dan Ketua Pelaksana P2SP SDK Kumba 1Ruteng.

Diketahui ada tiga item pekerjaan di sekolah ini dengan total biaya sebesar Rp 614.149.999 (Enam Ratus Lima Belas Juta Rupiah Seratus Empat Puluh Sembilan Rupiah Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Rupiah) bersumber dari APBN TA 2025.

Pertama ; pekerjaan Rehabilitasi tiga ruang kelas dengan kategori tingkat kerusakan sedang minimal senilai Rp 271.149.999 ( Dua Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Seratus Empat Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Rupiah).

Kedua ; Rehabilitasi 1 unit toilet dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta sanitasinya senilai Rp 68.000.000 (Enam Puluh Delapan Juta Rupiah)

Ketiga ; Pembangunan 2 unit toilet baru beserta sanitasinya senilai Rp 276.000.000 (Dua Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Rupiah).

Pantauan media ini, pekerjaan Rehabilitasi toilet baru berlangsung lebih awal dan dikerjakan oleh 6 orang tukang. Hingga kini pembangunan toilet baru berada pada tahap pemasangan bata untuk dinding 10 bilik dari 2 unit toilet baru. Pengawas pekerjaan berharap pekerjaan struktur yang dinilai sebagai bagian dari tahapan pekerjaan yang lumayan rumit bisa tuntas dalam waktu satu bulan kedepan.

Waktu kita kerja tinggal bulan 10 dan bulan 11. Sangat diharapkan bulan 10 seluruh pekerjaan struktur untuk 2 unit pembangunan toilet baru yang mencakup 10 bilik sudah selesai,” tutur Pengawas, Mensianus Medi,S.T., saat ditemui media ini di lokasi pekerjaan , Selasa pagi (7/10/2025) seraya menjelaskan pekerjaan struktur antara lain fundasi, kolom, hingga slof atas.

Kalau pekerjaan struktur sudah tuntas dalam bulan Oktober ini, lanjut Mensi, bulan November kita sudah bisa melaksanakan pekerjaan finishing seperti acian /plester dinding luar dan dalam, pemasangan atap toilet, dan plafon , serta pemasangan kramik lantai dan 10 unit closet plus pengecatan tembok dinding.

Pekerjaan bisa tuntas dalam waktu 2 bulan, dan harus sudah selesai paling lambat 10 Desember 2025. Sebab setelah tanggal 10 Desember hingga 20 Desember 2025, kita sudah sibuk dengan urusan administrasi. Sehingga harus kerja ekstra dalam dua bulan tersisa ini. Belum lagi kondisi cuaca . Bukan 11 hingga 12 tahun ini intensitas hujan sangat tinggi. Ini bisa bisa menghambat pekerjaan. Kalau kita tidak bisa kerja tuntas maka usulan tahun berikutnya ke Jakarta akan sulit dilayani karena kita dinilai gagal . Olehnya saya berharap agar kita bekerja sesuai time schedule yang ada. Jangan tunggu satu item pekerjaan selesai baru disusul dengan item pekerjaan berikutnya, ini sangat berbahaya,” ungkap Mensi, sapaan Pengawas.

Lebih lanjut, dihadapan Kepala SDK Kumba 1 selaku Penanggungjawab P2SP, Pengawas menekankan dua hal. Pertama ; perlunya penambahan tukang dan pembantu tukang untuk pekerjaan rehap tiga ruang kelas. Kedua ; sistem kerja harus sesuai dengan timescedul.

Supaya pekerjaan bisa cepat tuntas dalam 2 bulan tersisa, saya anjurkan untuk tambah tukang . Untuk rehab 3 ruang kelas, dikerjakan oleh 1 tukang dibantu 2 orang untuk 1 ruangan. Dengan demikian pekerjaan rehap tiga ruang kelas bisa dilakukan lebih cepat oleh 3 orang tukang dibantu 6 orang,” pintanya seraya menambahkan bahwa selain merakit kuda-kudaan dan rangka atap hingga pemasangan sing penutup atap. Saat yang sama, perakitan kusen pintu dan jendela untuk 3 ruang kelas bisa dikerjakan , dan tidak saling menunggu antara satu pekerjaan dan pekerjaan lainnnya.”

Menurut Mensi, pekerjaan yang tidak bisa dilakukan secara bersamaan hanya pemasangan sing penutup atap. Sebab, pemasangan sing penutup atap baru bisa dikerjakan jika perakitan dan pemasangan kuda-kuda dan seluruh rangka atap belum selesai. Sedangkan perakitan kusen pintu dan jendela hingga pemasangannya bisa dikerjakan sekaligus secara bersamaan dengan pekerjaan perakitan kuda-kuda dan rangka atap.

Pekeejaan  2 unit Toilet baru di SDK  Kumba 1

Sementara itu, Kepsek Saver, menanggapi masukan dari Pengawas Mensi berkomitmen untuk menambah jumlah tukang dan pekerja .” Dalam beberapa hari kedepan, P2SP musti rapat lagi untuk menambah jumlah tukang dan pekerja lainnnya, biar cepat selesai,” tegas Kepsek Saver.

Di waktu dan tempat yang sama, Ketua Pelaksana P2SP, Rikardus A Paulus Gero menjelaskan bahwa idealnya dari ketiga item pekerjaan di SDK Kumba 1; rehab tiga ruangan kelas, rehab toilet lama 1 unit dan pembangunan 2 unit toilet baru bisa dikerjakan bersamaan. Tetapi persoalannya saat ini ada banyak pekerjaan sehingga jumlah tukang dan tenaga kerja pendukung relatif terbatas. Kemudian satu unit toilet lama belum bisa dibongkar karena sangat dibutuhkan oleh para guru dan siswa.

Pekerjaan rehab toilet baru, lanjut Rikardus, baru bisa dilaksanakan setelah pembangunan 2 unit toilet baru mencakup 10 bilik tuntas dan sudah bisa digunakan oleh 502 siswa di sekolah ini yang tersebar di 19 rombongan belajar, dan 27 orang guru serta dua orang karyawan di SDK Kumba 1

Memang, seyogianya tiga item pekerjaan di SDK Kumba 1 bisa dikerjakan sekaligus secara bersamaan seperti anjuran Pengawas. Tetapi saat ini kita kesulitan mendapatkan tukang dan para pembantu tukang. Apalagi saat ini munim proyek, butuh banyak tenaga kerja. Akibatnya, jumlah tukang dan pembantu tukang tidak bisa terpenuhi dalam jumlah yang ideal. Kita kerjakan dengan kekuatan yang sudah ada sambil menunggu tambahan tukang baru,” terang Rikardus.

Masih di hari yang sama, Kepala Tukang m, Agus Garuda asal Kumba, kepada media ini berkomitmen untuk menambah jumlah tukang dan tenaga kerja lainnnya dari semula 6 orang dan bertambah 4 orang dan akan ditambah 5 lagi dalam beberapa hari kedepan.

Kami tunggu material saja. Kalau material kayu sudah tersedia penuh semuanya, saya bisa libatkan 15 orang untuk menyelesaikan pekerjaan rehap disekolah ini,” ungkap Gusti, sapaannya disaksikan Kepsek Saver.

Penanggungjawab dan Pengawasan serta Kepala Pelaksana P2SP SDK Kumba 1 optimis pekerjaan akan tuntas tahun ini.

Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP

Editor : Redaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *