Maumere, Sikka- kpksigap.com
Dibukanya kembali penerbangan dari dan ke Bandara Frans Seda Maumere, Sikka Flores NTT yang sebelumnya sempat ditutup akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki -Laki Flores Timur ini merupakan kabar gembira bagi pelaku wisata, UMKM dan juga warga masyarakat Kabupaten Sikka Flores Nusa Tenggara Timur.
“Selaku pelaku wisata saya merasa lega karena selama 6 bulan ini 46 bookingan tamu yang akan berkunjung ke destinasi wisata budaya Sanggar Doka Tawa Tana dibatalkan karena tidak ada penerbangan masuk Maumere, ” ujar Cletus Beru Ketua Sanggar Doka Tawa Tana kepada kpksigap.com Sikka Senin ( 16/12/2024).
Cletus mengakui pula selama tidak ada penerbangan di Bandara Maumere dirinya harus menggunakan pesawat melalui Bandara Ende atau Larantuka. Akibatnya, cost perjalanan naik karena harus menggunakan travel dari Maumere ke Larantuka atau Ende dan juga biaya penginapan.
“Kita patut berterimakasih kepada maskapai Lion Group yang telah membuka kembali penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere. Semoga ada rute baru Maumere- Denpasar atau sebaliknya seperti sebelum Pandemi Covid-19 akan sangat membantu kami sebagai pegiat UMKM dan pelaku pariwisata, ” pintanya.
Dikatakan pula, selama tidak ada penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere, pengiriman barang terlambat diterima customer karena harus melewati Bandara Ende atau Larantuka.
“Tetapi luar biasa Lion Parcel setia melayani pelanggan di tengah erupsi Gunung Lewotobi. Pengiriman barang ke luar Maumere dengan estimasi 3 sampai 5 hari diterima customer namun akibat erupsi Lewotobi bisa satu minggu baru barang diterima pemesan, “kata Cletus.
Sementara Pegiat Pariwisata Dominggus Koro kepada media ini mengungkapkan dari segi kualitas dan letak Bandara Frans Seda Maumere berada di urutan ke dua setelah Bandara Komodo. Kita berharap tidak hanya kembali beroperasi tetapi juga ada upaya pemerintah daerah untuk mengembalikan rute Denpasar -Maumere.
“Pengalihan ke Kupang sangat merugikan sektor pariwisata Kabupaten Sikka. Selain berdampak pada harga tiket, lama waktu tempuh Denpasar-Maumere menurunkan minat wisatawan, ” jelas Minggus.
Bandara Frans Seda Maumere demikian Minggus, terus berbenah meningkatkan mutu pelayanan. Situasi di Bandara tidak akan mengalami tarik menarik para sopir tapi keadaan sudah tertib dan teratur.
“Para sopir taksi Bandara sudah mewadahkan diri mereka secara legal dalam koperasi dan sudah diresmikan oleh Penjabat Bupati Sikka,” kata Minggus.
Ketua Koperasi Jasa Angkutan Bandara ( KJA) Frans Seda Maumere Vinsensius Fererius Moan Sadok Sadipun kepada kpksigap. com di Bandara Frans Seda Maumere Senin ( 16/12/2024) mengatakan dampak dari tidak ada penerbangan kami rasakan hampir setahun. Kamipun bersyukur karena mulai hari ini geliat di Bandara sudah mulai nampak.
Feris akrab disapa menjelaskan KJAB mulai berjalan lagi awal tahun 2024. Dengan wadah Koperasi ini mulai berbenah menata sistem jual ticket taxi sehingga tidak terjadi tarik menarik penumpang oleh para sopir taxi di Bandara.
“Saat launching Koperasi ini penjabat bupati Sikka dan dihadiri kepala Bandara kami anggota Koperasi yang berjumlah 72 orang berkomitmen untuk menerapkan sistem jual ticket taxi,” kata Feris.
Kepercayaan yang diberikan untuk mengelola lanjut Feris tentu kami harus jaga demi keamanan penumpang dan menjaga citra pariwisata Sikka.
“Sebagai ketua koperasi dan sopir taxi bersama teman-teman punya komitmen pula untuk melayani penumpang dengan baik dan mengenakan pakaian yang rapi dan tidak menjadikan Bandara sebagai tempat miras,” ungkap Feris.
Seperti disaksikan media ini para sopir taxi berpakaian rapi dan memarkir mobilnya di tempat parkir yang telah disiapkan dan muat penumpang sesuai dengan nomor urut ticket taxi.
KPK SIGAP Sikka- Yuven




