KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
Banyuwangi – Momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 menjadi pemantik bagi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memperkokoh benteng pertahanan melawan peredaran gelap narkotika. Seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan demi membendung ancaman barang haram tersebut.
Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. Mujiono, M.Si, mengingatkan bahwa dampak destruktif narkoba tidak hanya merusak fisik, tetapi juga mengikis kesehatan mental penggunanya. Jika dibiarkan tanpa kendali, degradasi moral ini berpotensi besar memicu berbagai tindakan kriminalitas yang melanggar hukum. Atas dasar itu, langkah preventif sejak dini mutlak diperlukan.
“Mari kita bahu-membahu merawat kondusivitas wilayah Banyuwangi agar terbebas dari jerat kekerasan, narkoba, perundungan (bullying), dan tindakan negatif lainnya,” ungkap Mujiono saat memberikan keterangan pers, Rabu (8/7/2026).
Demi mengoptimalkan strategi pencegahan di lapangan, Pemkab Banyuwangi telah membangun koordinasi intensif bersama jajaran instansi vertikal di bawah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Strategi Kolaboratif: Memutus Rantai Peredaran.
Langkah konkret yang diambil melibatkan sinergi dari berbagai lini aparat penegak hukum dan pertahanan, di antaranya:
Polresta Banyuwangi
Badan Narkotika Nasional
Kabupaten (BNNK) Banyuwangi
TNI AL Lanal Banyuwangi
TNI AD Kodim 0825 Banyuwangi
Kolaborasi ini dirancang khusus untuk mempersempit ruang gerak sekaligus memutus mata rantai jaringan peredaran narkoba yang dinilai kian mengkhawatirkan.
Pendekatan Spiritual dan Gotong Royong
Tidak hanya bertumpu pada pendekatan hukum, pemerintah daerah juga menggandeng elemen masyarakat sipil, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para ulama.
Mujiono menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam membekali generasi muda dengan nilai-nilai spiritual yang kuat. Penguatan karakter ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), menengah (SMP dan SMA/SMK), hingga tingkat perguruan tinggi.
“Melalui semangat gotong royong atau tandang bareng, kami berharap laju peredaran narkoba di Kabupaten Banyuwangi dapat ditekan sekecil mungkin. Target utamanya adalah mewujudkan lingkungan sosial yang aman, tenteram, dan penuh berkah bagi masyarakat,” tuturnya menutup keterangan. Sumber berita: (Red Kurnia)




