Polresta Banyuwangi Bersama Tim Gabungan Evakuasi Korban Terseret Ombak di Perairan Pulau Merah*

 

Banyuwangi – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang akibat terseret ombak di kawasan Pantai Parang Jahe, sebelah selatan objek wisata Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui J.S. (35), warga Dusun Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Jenazah ditemukan mengapung di perairan sekitar satu kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja maksimal selama proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang laut sedang tinggi,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Peristiwa bermula pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban bersama tiga rekannya berangkat mencari ikan dengan cara menembak ikan di kawasan karang Pantai Parang Jahe. Saat keempatnya berjalan di tepian karang, tiba-tiba datang gelombang besar yang menghantam lokasi tersebut.

Korban terjatuh dan terseret arus laut, sementara tiga rekannya berhasil menyelamatkan diri. Sejak saat itu, operasi pencarian dilakukan oleh tim gabungan.

Pada Jumat pagi, dua nelayan yang sedang melaut melihat sesosok mayat mengapung di tengah laut. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas Basarnas yang bersiaga di kawasan Wisata Pulau Merah.

Setelah jenazah berhasil dibawa ke daratan, petugas medis dari Puskesmas Sumberagung melakukan pemeriksaan visum luar. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolresta Banyuwangi kembali mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pencari ikan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan tinggi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri beraktivitas di wilayah pesisir apabila kondisi gelombang dinilai membahayakan. Patuhi imbauan petugas demi menghindari terjadinya musibah serupa,” pungkas Kapolresta Banyuwangi.(Ungkap Tim KPK SIGAP.Jaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *