Pak Razali Keluarga Fakir Miskin, Berharap Punya Tempat Tinggal Sendiri,Tapi Tidak Memiliki Lahan

Langsa lndonesia Dengan jumlah lebih dari 250 juta lebih penduduk di Indonesia persentase jumlah penduduk lanjut usia lansia hampir 20 % tanpa kita sadari adalah Lansia yang masih banyak memerlukan uluran tangan baik dari dermawan dan juga dari pemerintah. Selain itu juga banyak lansia yang tidak memiliki tempat tinggal sendiri, selama hidupnya tinggal dirumah kontrakan.

Hal ini seperti yang dialami oleh keluarga pak Razali (79) bersama sang istri tercinta ibu Ani(61) yang sudah sejak lama menderita sakit strok demikian juga dengan pak Razali yang sudah sakit sakitan tidak lagi mampu untuk bekerja mencari nafkah.

Kedua Lansia ini tinggal bersama anak nya yang juga seorang janda dan bekerja serabutan demi untuk menyambung hidup dirinya dan kedua orang tuanya, belum lagi untuk biaya perobatan kedua orang tuanya yang sudah sakit sakitan. Terlebih lagi mereka tinggal dirumah kontrakan yang sangat sederhana dan sebentar lagi akan habis kontraknya.

Kepada awak media Fitri(38) mengatakan “Kehidupan kami memang serba kekurangan, sebab saya bekerja serabutan untuk dapat menyambung hidup saya dan kedua orang tua saya yang sudah tua dan sakit sakitan yang penting halal,”katanya.

“Jangan kan untuk berobat, untuk makan saja kadang bingung gak ada apa apa, apalagi saat ini semua serba mahal,dan yang lebih menyedihkan lagi sebentar lagi kontrakan kami juga habis sewa nya, ntah bisa bayar atau tidak untuk sambung, kalo tidak ya gak tau lagi saya bersama kedua orang tua saya yang sudah sakit sakitan mau tinggal dimana,”ungkap nya sambil menitiskan air mata.

” Melalui Abang abang ini lah kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah, dan sangat berharap perhatiannya dan kami juga berharap bisa punya tempat tinggal sendiri meskipun hanya gubuk reyot yang penting tidak bayar sewa, dan saya bisa urusi kedua orang tua saya yang sudah tua dan sakit sakitan seperti saat ini.”harapnya.

“Tapi bagaimana ya sejengkal tanah pun kami tidak punya, saya juga gak tau lagi mau ngomong apa,” ucap Fitri sambil mengusap air matanya.

Menaggapi persoalan tersebut,Tim investigasi DPP-BAI(Badan Advokasi Indonesia) Razali cs yang akrab disapa Nyakli Maop menanggapi persoalan tersebut,Sementara program pemerintah untuk rumah layak huni(RLH) dan juga rehap rumah melalui BSPS(Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya)bagi masyarakat yang sudah memiliki rumah tidak sewa masih diberi perhatian untuk direhab tinggal nya, dan juga bagi yang punya rumah masih layak huni justru diberi bantuan untuk rehap lagi rumah nya oleh pemerintah, lalu bagaimana dengan masyarakat miskin yang selama hidupnya tinggal dirumah kontrakan sederhana seperti keluarga bapak Razali yang sama sekali tidak memiliki lahan dan juga katanya tidak pernah mendapatkan bantuan sosial lainya dari pemerintah.”tanya Nyakli.

“Kami berharap kepada para pihak terkait lihatlah, dan beri lah kebijakan dan perhatian kepada keluarga bapak Razali yang sudah Lansia dan sakit sakitan, bagaimana upaya dari bapak Walikota Langsa agar keluarga bapak Razali terbantu bisa mendapatkan lahan dan rumah yang layak seperti masyarakat lainya,”harap Nyakli Maop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *