Mentri UMKM Maman Abdurahman mengelar halal bihalal di Kalbar

Pontianak-kalbar, KPK Sigap.com //
“Pemerintah daerah harus mulai mengalokasikan belanja untuk produk UMKM. Selain itu, 30% dari fasilitas umum juga wajib digunakan untuk pelaku UMKM,” tegasnya.
Maman juga menyampaikan bahwa pasar ekspor memang menjadi target jangka panjang, namun harus dilakukan secara bertahap. “Sebelum bicara ekspor, kita harus pastikan bahwa usaha mikro kita kuat, memiliki kapasitas produksi yang stabil dan terjamin,” ujarnya.
Pesan Politik di Momentum Halal Bihalal
Dalam suasana Idul Fitri, Maman mengajak seluruh elemen masyarakat dan politik untuk kembali memperkuat silaturahmi dan menjaga semangat sportivitas. “Politik itu seperti pertandingan futsal, ada yang menang dan kalah. Tapi setelah pertandingan selesai, kita harus kembali adem dan bersatu demi rakyat,” ucapnya.
Ia juga meminta agar seluruh kader Partai Golkar di Kalimantan Barat menjaga etika politik dan siap bekerja sama dengan siapapun demi pembangunan daerah.
Mendorong Kinerja Pemerintah Daerah
Maman berharap pemerintah daerah mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), seperti yang telah terjadi beberapa waktu lalu dari Rp900 miliar menjadi lebih dari Rp3 triliun. Ia menekankan bahwa pertumbuhan tidak hanya dilihat dari jumlah pelaku UMKM, tapi juga dari volume produksi, omzet, dan pendapatan bersih mereka.
“Kita ingin pertumbuhan UMKM itu tidak hanya dari segi kuantitas, tapi juga kualitas. Pemerintah harus terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja lembaga keuangan penyalur, termasuk bank-bank yang terlibat,” pungkasnya.
(Kpk sigap Red Ilham)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *