Kualitas pendidikan Di Agam kini tidak dalam kondisi baik-baik saja

Agam- kpksigap.com Kualitas pendidikan kini tidak dalam kondisi baik-baik saja, dan harus menjadi perhatian kita bersama.
Hal ini disampaikan Edi Busti pada Seminar Guru Nasional PGRI Agam, di GOR Rang Agam, Kamis (5/12).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.400 orang guru di wilayah Agam barat dan timur.
Edi Busti mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi, dalam memperbaiki kualitas pendidikan di daerah itu.
“Kabupaten Agam yang sejak dulu dikenal sebagai daerah kelahiran para tokoh nasional, yang menjadi bagian penggagas republik ini,” katanya.
Semoga kualitas pendidikan meningkat, sehingga Agam kembali lahirkan tokoh nasional berpengaruh di tangan para guru hebat ini.
Apabila kompetensi tidak ditingkatkan, dan kualitas pendidikan di Kabupaten Agam tidak akan berkembang, terlebih di era digitalisasi saat ini.

Pihaknya mengingatkan para guru yang menerima sertifikasi, 20 persen diantaranya adalah hak anak didik untuk bisa mendapatkan kualitas pendidikan lebih baik.

Diharapkan para guru agar terus meningkatkan kompetensinya, sehingga kualitas pendidikan yang diharapkan di Kabupaten Agam dapat tercapai.

“Berbagai upaya dapat dilakukan meningkatkan kompetensi ini, tidak hanya melalui pelatihan atau seminar, tetapi banyak membaca juga bagian dari itu,” katanya.

Gen Z saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi, yang dapat merubah pola pikir dan moralitas apabila salah memanfaatkannya.

Seminar ini dapat meningkatkan kompetensi dalam memperbaiki kualitas pendidikan, juga menjadi upaya dalam melahirkan generasi beradab di masa mendatang.

“Orang berilmu tidak berbanding lurus dengan yang bermoral, ini menjadi tantangan bagi kita semua,” katanya.

Ketua PGRI Kabupaten Agam Mustapa Kamil menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-79. Selain seminar ini, juga ada kegiatan lain dalam bentuk lomba-lomba.

“Kegiatan ini terbagi dua, kegiatan hari ini adalah kegiatan di Agam Barat, terdiri dari 6 kecamatan; Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, Palembayan, Matur, dan Kecamatan Tanjung Raya, kegiatan berikutnya Sabtu (7/12/2024).

Profesi guru merupakan pembangunan monumental, dalam pelaksanaan tugas banyak mengalami hambatan.

Dulu ada ekuivalensi, guru cukup mengajar 18 jam, tapi kini sampai mengajar 34 jam.

Dalam kepengurusan sekarang, kegiatan ini adalah kegiatan terakhir dalam kepengurusan saat ini, dan bulan Januari 2025, akan dilaksanakan konferensi memilih pengurusan baru.***

(KPK Sigap -Red -Mursyidi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *