Medan (Sumut)- kpksigap.com.
Suasana haru bercampur harapan menyelimuti prosesi pelepasan jamaah calon haji di Asrama Haji Medan, Rabu (7/5/2026). Di tengah kerumunan keluarga yang melepas keberangkatan, terdapat satu kisah yang sangat menyentuh dan penuh makna, datang dari keluarga besar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Labuhanbatu.
Kali ini, bukan sang istri tercinta yang berangkat menunaikan panggilan Illahi, melainkan putra semata wayang mereka yang diutus untuk menggantikan posisi ibunda yang telah lebih dahulu dipanggil oleh Sang Pencipta.
Putra 18 Tahun Gantikan Ibunda
Sosok yang dimaksud adalah Ahmad Nasyrullah Tsani Haaibuan, seorang remaja berusia 18 tahun asal Labuhanbatu. Pemuda tampan ini tergabungi dalam Kloter 13 Embarkasi Medan.
Melihat sosoknya yang mengenakan baju ihram putih bersih, siapa sangka ada cerita pilu di balik keberangkatannya. Kuota haji yang seharusnya jatuh kepada ibunya, kini dialihkan kepadanya setelah sang ibu dipanggil oleh Allah SWT sebelum sempat menapakkan kaki ke Tanah Suci Mekkah.
Keberangkatan Ahmad Nasyrullah ini menjadi bukti nyata ketabahan dan keikhlasan sang ayah, H. [Nama Ketua DPC Gerindra Labuhanbatu – jika ada silakan isi], dalam menerima takdir kehidupan.
Ikhlas Menerima Ketentuan Allah
Dalam kesaksiannya, sang ayah mengungkapkan perasaan campur aduk. Meskipun hati ini masih terasa perih karena kehilangan sosok pendamping hidup, namun sebagai seorang muslim, ia dan keluarga besarnya mencoba untuk tetap ikhlas dan bersabar.
“Kami semua ikhlas menerima takdir Allah. Memang sangat berat rasanya, melihat anak ini berangkat menggantikan ibunya yang sudah tiada. Tapi ini adalah jalan terbaik, dan semoga ibunya tetap mendapatkan pahala dan doa dari perjalanan suci ini,” ujar sang ayah dengan mata berkaca-kaca.
Keberangkatan putranya ini bukan hanya sekadar menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terakhir dan doa yang tak terputus bagi almarhumah istri tercinta.
Doa dan harapan semua keluarga dan masyarakat setempat,
Ahmad Nasyrullah Tsani, meski masih muda, tampak tegar dan siap menjalankan amanah besar ini. Ia berjanji akan melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, serta tidak lupa menyisipkan doa khusus untuk almarhumah ibunda dan seluruh keluarga besarnya.
Semoga perjalanan suci remaja 18 tahun ini menjadi berkah, menjadi penyambung kasih sayang antara anak dan ibu di alam yang berbeda, dan diterima oleh Allah SWT sebagai ibadah yang mabrur.
Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua tentang arti kesabaran, keikhlasan, dan ketundukan kepada kehendak Yang Maha Kuasa, Amin Ya Robbal Alamin.
( Reporter : Ekawardani )
Editor Mursyidi




