*Kesantunan Bahasa Membangun Persaudaraan di SMKN 4 Kupang*
Kpgsigap Kupang, 26/2/2026
Dalam bincang bincang antara awak media ini bersama ibu Halen S Taka, S.Pd, H.hum guru bahasa pada SMKN 4 Kupang tentang bagaimana merakit persaudaraan melalui bahasa di lingkungan SMKN 4 Kupang yang memiliki keberagaman latar belakang, Halen, panggilan ibu Halen mengatakan bahwa
SMKN 4 Kupang terletak di jantung kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT, dengan warga sekolah sekitar 1000 orang yang terdiri dari guru, pegawai, dan siswa dari berbagai perbedaan geografis, suku, agama, dan bahasa.
Namun syukur dengan adanya
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi maka dapat menyatukan berbagai perbedaan tersebut dalam menyampaikan pikiran, perasaan, dan ide kepada orang lain.
Selanjutnya Halen mengatakan bahwa dalam penggunaan bahasa dalam keberagaman dibutuhkan “Kesantunan Bahasa” yaitu penggunaan bahasa yang sopan dan menghormati, sehingga efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain, tanpa memandang perbedaan budaya, agama, atau latar belakang. Kesantunan bahasa dapat membantu menciptakan lingkungan yang nyaman dan harmonis.
Bagaimana bentuk kesantunan bahasa yang dimaksudkan, tanya awak media.
Halen mengatakan bahwa bentuk kesantunan bahasa itu berupa Kesantunan verbal: penggunaan kata-kata yang sopan dan menghormati dalam komunikasi lisan.
– Contoh: “Selamat pagi, Pak/Bu” (menggunakan kata-kata yang sopan saat menyapa guru)
– Contoh: “Terima kasih, saya sudah paham” (menggunakan kata-kata yang menghormati saat menerima penjelasan)
Kesantunan non-verbal: penggunaan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan gestur yang sopan dan menghormati.
– Contoh: Menganggukkan kepala saat mendengarkan penjelasan guru
– Contoh: Menggunakan ekspresi wajah yang ramah saat berbicara dengan teman
Halen, guru bahasa Inggris tersebut menjelaskan bahwa Peranan Kesantunan Bahasa di Lingkungan SMKN 4 Kupang adalah untuk:
Membangun hubungan yang harmonis antara guru, pegawai, dan siswa. Meningkatkan kepercayaan dan rasa aman dalam berkomunikasi.
Mengurangi konflik dan kesalahpahaman.
Meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
Menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung kesuksesan akademik dan personal siswa.
Dengan Tujuan untuk: Menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, inklusif, dan mendukung kesuksesan akademik dan personal siswa.
Diakhir pembicaraan Halen membacakan sebuah puisi singkatnya tentang bahasa, sebagai berikut:
Bahasa adalah jembatan persaudaraan
Menghubungkan hati, menghilangkan jarak
Dengan kata-kata yang lembut dan sopan
Kita dapat membangun hubungan yang abadi.
“Bahasa adalah kekuatan, gunakanlah dengan bijak.”
“Kesantunan bahasa adalah cerminan hati yang baik.”
“Komunikasi yang efektif adalah kunci persaudaraan.”
“Bahasa dapat menyembuhkan, atau melukai.”
“Kesantunan bahasa adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik.”
Reporter Yohanes Tafaib
Editor mursyidi




