Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Madiun Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Madiun,”kpk-sigap.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun Jawa Timur, Jemakir,SP ., mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah bagi seluruh warga masyarakat Kota Madiun.
“Sebagai manusia biasa dalam melaksanakan tugas dan melayani masyarakat tidak luput dari kesalahan, baik yang di sengaja maupun tidak sengaja. Oleh karena itu menjelang hari raya ini kita wajib saling bermaaf-maafan. Untuk itu saya atas nama pribadi mengucapkan Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Bagi kita umat Islam, ibadah puasa menjadi ibadah yang sangat penting dan istimewa, berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits Qudsi “Semua amal Anak Adam dilipatgandakan. Kebaikan dilipatgandakan sepuluh sampai seratus kali, kecuali puasa, kata Tuhan. Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan memberikan pahalanya”.
Sayyed Hossein Nasr, dalam bukunya: Ramadan: Motivating Believers to Action: An Interfaith Perspective, mengatakan, “Aspek paling sulit dari puasa ialah ujung pedang pengendalian diri yang diarahkan pada jiwa hewani, al-nafs al ammarah seperti disebut dalam Al-Qur’an”.
Aktivitas puasa adalah mengendalikan bagian-bagian dalam diri fisik kita untuk melakukan pengendapan, diam, tunduk, memasuki ‘kosong’, agar berjumpa dengan ‘isi yang sejati’. Puasa menjadi metode yang paling praktis dan mendasar bagi proses pembebasan dan penyelamatan manusia atas dirinya sendiri. Meniadakan diri dan menenggelamkan diri pada Yang Maha Kuasa, itulah hakikat puasa. Puasa dengan demikian telah memungkinkan kita untuk membangun diri pribadi yang muthmainah. Diri pribadi yang muthmainah adalah diri pribadi yang selalu mendapatkan ketaqwaan yang mendorong kepada perbuatan baik dan ihsan. Diri pribadi yang seperti ini pada hakikatnya selalu siap menghadapi tantangan perubahan zaman. Dan diri pribadi seperti ini pulalah yang sesungguhnya pada saat ini dibutuhkan dalam menggerakkan proses pembangunan di segala bidang.
Dalam konteks pembangunan, diri pribadi yang muthmainah memiliki arti yang sangat penting. Diri pribadi yang muthmainah – dengan meminjam istilah Bung Karno – bisa kita sebut sebagai bagian dari investasi mental (mental investment) dalam pembangunan. Untuk menjalankan pembangunan, kata Bung Karno, kita harus menjalankan persiapan di tiga lapangan, yaitu lapangan materiil (material investment), lapangan kecakapan (human skill investment) dan lapangan batiniah (mental investment). Dan disini dengan tegas Bung Karno mengatakan bahwa tidak ada suatu bangsa dapat berjuang hebat jikalau batinnya tidak terbuat dari nur iman yang sekuat-kuatnya.
“Taqabbalallaahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Wa ja’alanallaahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin, kullu ‘ammin wa antum bi khair. Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Ramadhan kita. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah. Dan semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali suci dan orang-orang yang menang, serta diterima amal ibadahnya. Semoga kita senantiasa dalam kebaikan setiap tahunnya,” pungkasnya.
KPKsigap – RED – Ronny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *