Maumere, Sikka- kpksigap.com
Sosok Bupati Sikka terpilih tahun 2024, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK), tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang penuh visi, tetapi juga sebagai pribadi yang bertanggung jawab sejak masa sekolah. Mantan guru dan rekan-rekan sekolahnya menggambarkan JPYK sebagai individu yang berkarakter, rendah hati, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang sudah tampak sejak usia muda.
Dominika Sara Sakera, S.Si., wali kelas JPYK saat di SMAK Frateran Maumere (Smater), mengenang bagaimana jiwa kepemimpinan pemuda ini mulai tampak ketika ia duduk di bangku Kelas XII.
“JPYK adalah peserta didik yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas kecil yang diberikan guru. Ia juga pengayom bagi teman-temannya, terutama mereka yang suka membuat onar di kelas. Ia menasihati dengan pendekatan yang santun,” ujar Dominika dalam wawancara dengan awak media Kamis ( 5/12/2024)
Menurutnya, JPYK juga dikenal sebagai siswa yang rendah hati meski sering tampil sebagai pemimpin diskusi di kelas. “Dia selalu kritis, tetapi menyampaikan pendapatnya dengan cara yang menghormati orang lain. Kualitas ini membuatnya dihormati oleh teman-teman sekelas,” tambahnya.
Dari sisi latar belakang ekonomi, Dominika menyebut bahwa JPYK berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai petani serabutan dan ojek, sementara ibunya adalah seorang guru sekolah dasar. “Kesederhanaan ini membentuk karakternya yang rendah hati dan tulus,” katanya.
Kiprah Awal: OSIS dan Pembentukan Karakter
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SMAK Frateran Maumere periode 2005-2008, Drs. Yuvenalis Ansina Fernandez, juga memberikan pandangannya tentang JPYK. Menurut Yuvenalis, jiwa kepemimpinan JPYK mulai tumbuh ketika ia menjadi Ketua Bidang OSIS di Smater.
“Ia selalu tampil dengan gagasan yang segar dan solusi untuk kemajuan OSIS. Ketika rapat, pikirannya tajam dan penuh semangat,” kenang Yuvenalis, yang juga mantan guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut.
Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter yang diterapkan di SMAK Frateran Maumere, yang diasuh oleh para Frater Kongregasi Bunda Hati Kudus, telah membentuk JPYK menjadi pribadi yang mengedepankan spiritualitas hati.
“Di sekolah ini, kami menanamkan nilai-nilai cinta damai dan pengampunan. Saya percaya, itu yang membuatnya mampu menghadapi tantangan dengan tegar,” jelasnya.
Ketegaran Menghadapi Fitnah dan Kritik
Ketika mencalonkan diri sebagai Bupati Sikka, JPYK menghadapi berbagai kritik dan fitnah, termasuk cibiran sebagai “anak kecil yang tidak bisa apa-apa”. Namun, ia memilih untuk menanggapinya dengan bijaksana.
“Saya hanya berdoa dan meminta Tuhan mengampuni mereka yang mencaci. Semua itu biarlah saya tanggung sendiri,” ucap JPYK kepada tim suksesnya, sembari melarang mereka untuk membalas serangan-serangan tersebut.
Ketegaran ini, menurutnya, adalah hasil dari pendidikan karakter yang ia peroleh sejak sekolah hingga menjadi aktivis di kampus. Sebagai Ketua PMKRI Kupang, JPYK belajar menghadapi tekanan dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang kokoh. “Dalam bahasa aktivis, saya sudah terbentur, terbentur, dan akhirnya terbentuk,” katanya.
Visi Membangun Sumber Daya Manusia Sikka
Sebagai Bupati, JPYK menekankan pentingnya investasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci kemajuan daerah. Melalui program unggulannya dalam paket JOSS, ia berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas untuk semua lapisan masyarakat, termasuk program “Satu Sarjana untuk Keluarga Miskin Ekstrem”, yang seluruhnya dibiayai pemerintah.
“Kita harus melihat pendidikan sebagai investasi terbaik. Lihatlah negara-negara seperti Singapura dan Hongkong, meskipun memiliki sumber daya alam terbatas, mereka maju karena SDM-nya,” ujar JPYK dalam salah satu pidatonya.
Ia juga menyoroti pentingnya menghargai profesi guru. Melalui paket JOSS, JPYK berkomitmen menaikkan gaji guru honorer dan memberikan insentif kepada kader posyandu serta perangkat RT/RW.
“Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga memanusiakan manusia. Sudah saatnya mereka mendapatkan penghargaan yang layak,” tegasnya.
Inspirasi dari Masa Lalu untuk Masa Depan
Mantan guru JPYK menyebut bahwa program-program yang diusungnya mencerminkan karakter yang ia tunjukkan sejak muda. Dominika Sakera menyebut JPYK sebagai sosok “Albert Einstein masa kini”, mengutip filosofi Einstein bahwa hidup yang berarti adalah hidup yang mampu menghidupkan orang lain.
“Dengan program seperti yang diusung paket JOSS, JPYK menunjukkan bahwa ia berkomitmen untuk membangun masyarakat Sikka melalui pendidikan. Ini adalah langkah besar menuju Sikka yang lebih baik dan Indonesia Emas 2045,” ujar Dominika.
Selamat datang Juventus Prima Yoris Kago, pemimpin visioner yang membawa harapan baru untuk Kabupaten Sikka.
KPK SIGAP Sikka – Yuven Fernandez




