Jejak PETI di Sungai Kapuas: Razia Usai Mesin Dompeng Kembali Mengguruh

Sanggau,kpksigap.com – Kalimantan Barat – 13 September 2025 | Jejak Kalbar Dentum mesin dompeng kembali mengguruh di aliran Sungai Kapuas.

Sepekan setelah aparat menggelar razia, para pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Nanga Biang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, lagi-lagi turun ke sungai. Seolah ada kesepakatan tak tertulis: begitu aparat pergi, aktivitas ilegal pun kembali berdenyut.

“Kalau ada razia, mereka hilang. Tapi setelah itu muncul lagi. Tidak ada efek jera sama sekali,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pemandangan di tepian sungai kian memprihatinkan. Air cokelat pekat, bau lumpur dan limbah, serta riak-riak tercemar jadi suguhan sehari-hari bagi warga. Padahal, Kapuas adalah nadi kehidupan: tempat mandi, sumber air minum, jalur transportasi, hingga penopang ekonomi berbasis ikan dan hasil sungai.

Rasa kecewa menumpuk. Warga merasa penegakan hukum hanya seremonial—tajam ke bawah, tumpul ke atas. “Yang dirugikan selalu rakyat. Sementara perusak lingkungan bebas beraktivitas,” kata warga lain.

Razia aparat dianggap tak lebih dari sandiwara singkat. Tanpa tindak lanjut, mesin-mesin dompeng akan selalu kembali, meninggalkan kerusakan yang kian menganga. Dari rusaknya ekosistem, lenyapnya keanekaragaman hayati, hingga ancaman kesehatan warga, semua membayang di masa depan.

Masyarakat menuntut ketegasan. Bukan sekadar membubarkan pekerja lapangan, tapi juga mengungkap aktor besar yang diduga berdiri di belakang bisnis emas ilegal ini. Tanpa keberanian itu, Sungai Kapuas hanya akan terus menderita—dan generasi berikutnya kelak mewarisi kerusakan, bukan kehidupan.

Sumber : M 

Editor    : RM 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *