Hujan air mata sanak keluarga dan kerabat mewarnai penjemputan jenasah Rosalia Rerek Sogen, guru asal Flores Timur yang gugur dalam sebuah insiden serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Jumad 21/03/2025, di distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Suasana duka pun kemudian menyelimuti Bandara Gewayantana-Watowiti, Kecamatan Ile Mandiri, Selasa ( 25/3/2025)yang dipadati oleh pihak keluarga, para guru dari PGRI cabang Flores Timur dan para pelayat lainnya yang tampak memenuhi pelataran bandara guna menyambut kedatangan jenasah.
Bupati Flores Timur, Ir. Antonius Doni Dihen dan Wakil Bupati, Ignasius Boli Uran, S.Fil bersama anggota Forkopimda pun hadir untuk menyambut kedatangan jenasah bersama perwakilan pemerintah daerah Yahukimo, yakni Kepala Dinas Pendidikan, Akso Balingga, S.Pd, Wakapolres Yahukimo, AKP. Handry M. Bawiling S.sos, M.M dan dan Pimpinan Yayasan Serafim, Jhon Fallo. Di sepanjang jalan, warga turut memberikan simpati dan perhatian.
Jenasahnya kemudian diantar dan disemayamkan di Kantor Bupati Flores Timur dan dilanjutkan dengan acara penyerahan jenasah secara protokoler dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Yahukimo, Akso Balingga, S.Pd, mewakili Bupati Yahukimo dan pemerintah daerah kabupaten Yahukimo menyampaikan ungkapan terima kasih kepada keluarga dan pemerintah kabupaten Flores Timur yang sudah memberikan putri terbaik dari daerah ini untuk mengabdi di tanah Papua khususnya Kabupaten Yahukimo.
“Berkat dukungan dan doa, kita bisa sampai di Larantuka setelah melalui perjuangan yang luar biasa,” ucap Akso. Ia pun menyampaikan permintaan maaf dan turut berbelasungkawa yang mendalam dari Bupati kabupaten Yahukimo kepada keluarga korban dan pemerintah daerah Flores Timur atas tragedi kemanusiaan yang telah merengut nyawa Rosalia.
“Apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terimakasih kepada almahrumah ibu guru Rosalia Rerek Sogen atas pengabdian dan dedikasinya memajukan pendidikan di kabupaten Yahukimo,” sebutnya.
Asko menjelaskan bahwa selama ini distrik Anggruk adalah tempat yang aman dan nyaman tapi kejadian ini di luar dugaan pemerintah daerah.
Dengan penuh haru, Akso pun menambahkan bahwa dirinya dan ketua Yayasan Serafim sudah bersepakat untuk segera menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan hak almarhumah.
Bupati Flores Timur dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada Pemda Yahukimo dan Keluarga besar Flobamora serta Paguyuban Lewolema di Papua yang sudah memfasilitasi kepulangan jenazah Rosalia hingga di Larantuka.
Lebih lanjut Doni Dihen menegaskan bahwa penerimaan jenasah yang dilakukan secara protokoler ini tanpa melihat status alm. Rosalia,
“Kami sambut beliau sebagai pahlawan keluarga, pendidikan dan pahlawan kemanusiaan,” tandasnya. Anton Dihen pun mengapresiasi almahrumah yang telah memilih daerah pedalaman Papua sebagai tempat mengabdi, yang tentu bukan menjadi pilihan banyak orang untuk mengabdi.
Jenasah Rosalia sendiri rencananya akan dimakamkan pada Rabu, 26/03/2025 di desa Bantala.
Yohanes Hayon, Pensiunan Guru SMA Negeri 468 Larantuka Flores Timur dalam goresan penanya ” In Memoriam Rosalia Sogen” menulis, biarlah sang Penyelenggara hidup yang berdaulat sepenuhnya atas diri Rosalia karena hanya DIA yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang terbaik.
Untuk itu bagi Guru generasiku John meneguhkan tetap semangat, sabar, ikhlas, syukur, berdoa karena anda sedang kuliah di Universitas Kehidupan.
“Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Tetapi dibentuk melalui tantangan, hinaan bahkan air mata, “ungkapnya.
Dikatakan pepatah tua Gajah mati meninggalkan belang, Manusia mati meninggalkan nama. Hidup matinya Rosalia Sogen adalah milik Tuhan. Di sebuah sekolah di Pulau yang dijuluki ” surga kecil jatuh ke bumi” Papua telah menjadi sejarah bangsa,masyarakat pedesaan Lewotala Flores Timur NTT, masa dulu, kini dan masa akan datang. Nama para guru tetap hidup dalam angan dan jasa- jasanya terhadap Republik ini. Tetap terpatri rapi dalam sanubari peserta di Wilayah Papua Pegunungan.
Terima kasih dan selamat jalan ibu guru Rosalia. Doa kami mengiringi langkahmu menuju Surga.
Jakarta, 20 Februari 2025 – Sekolah Widya Dharma Banjarmasin, yang berada di Kalimantan Selatan, hari ini menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Asosiasi Media Dansa […]
Pekanbaru, kpksigap.com – Setelah selesai Pelatihan Pembuatan Deterjen Cair Ramah Lingkungan oleh Biro Eksosbud DPP RHIR, Minggu 16 Maret 2025. Maka diperlukan kerja sama dengan […]
*Kehadiran Sosok Zikriyah, Guru yang Tampil Energy Membuktikan Kemajuan Baru di SDN 7 Salotungu Soppeng* SOPPENG, Kpksigap.com – // Suasana penuh khidmat dan semarak menyelimuti […]