HIKMAH BERQURBAN DI HARI RAYA QURBAN

HIKMAH BERQURBAN DI HARI RAYA QURBAN*
Oleh
ROSDIANA HADI.S.Sos
Wartawan KPK sigap
 “*Jika Belum Mampu Menyembelih Hewan Qurban, maka sembelilah sifat angkuh dan sombong dalam  hati yang terkadang selalu merasa benar”*.
Demikian kata bijak dalam hikmah berqurban, Tinggal menghitung hari lagi dan  sebentar lagi  kita merayakan Hari Idul Adha Tahun 2025.
Berikut ini ada 4 hikmah di balik hikmah berqurban :
Pertama : Marilah kita  Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan.
Kedua: Menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).
Ketiga: Agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimas salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Isma’il pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat  kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah dan seharusnya mereka mendahulukan kecintaan Allah dari hawa nafsu dan syahwatnya.
Keempat: Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnul Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah.”
Semoga membuat kita bersemangat untuk melakukan ibadah yang mulia ini. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kekuatan dalam  beramal kebaikan untuk diri kita sendiri dan bagi orang lain.
Berikut hikmah dan  maknah di balik berqurban.
Hewan Qurban dalam Perayaan Hari Raya Idul Adha: Makna, Jenis, dan Tata Cara
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Zulhijjah dalam kalender Hijriah. Hari raya ini dikenal juga sebagai Hari Raya Qurban, karena pada hari inilah umat Islam yang mampu diperintahkan untuk menyembelih hewan qurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim AS.
Makna Qurban:
Kata qurban berasal dari bahasa Arab “qurban” yang berarti mendekatkan diri. Dalam konteks Idul Adha, qurban merupakan ibadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui penyembelihan hewan ternak. Ibadah ini merujuk pada kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Namun, atas izin Allah, Ismail digantikan dengan seekor domba. Kisah ini menjadi simbol ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah.
Jenis Hewan Qurban
Hewan yang boleh dijadikan qurban harus memenuhi syarat tertentu. Jenis hewan qurban yang diperbolehkan antara lain:
Kambing atau Domba – Boleh dijadikan qurban untuk satu orang.
Sapi atau Kerbau – Boleh dijadikan qurban untuk tujuh orang.
Unta – Bisa digunakan untuk tujuh orang juga, meskipun di Indonesia cukup jarang.
Hewan qurban harus sehat, tidak cacat, dan telah mencapai usia minimal (dua tahun untuk sapi, satu tahun untuk kambing/domba).
Tata Cara Penyembelihan
Penyembelihan dilakukan setelah shalat Idul Adha, mulai dari tanggal 10 Zulhijjah hingga hari tasyrik (11-13 Zulhijjah). Proses penyembelihan sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan adab dan syariat, seperti:
Menghadapkan hewan ke arah kiblat.
Membaca basmalah dan takbir.
Menyembelih dengan pisau yang tajam agar hewan tidak kesakitan.
Daging qurban kemudian dibagikan kepada tiga golongan: yang berqurban, kerabat/tetangga, dan fakir miskin, dengan menitikberatkan pada penerima yang membutuhkan.
Nilai Sosial dan Spiritual
Ibadah qurban tidak hanya memiliki nilai spiritual sebagai wujud ketaatan kepada Allah, tetapi juga nilai sosial yang tinggi. Pembagian daging qurban mempererat tali persaudaraan dan membantu mereka yang kurang mampu merasakan nikmatnya makan daging yang mungkin jarang mereka peroleh.
Perayaan Idul Adha dengan ibadah qurban mengajarkan umat Islam tentang keikhlasan, kepedulian sosial, dan pengorbanan. Semangat inilah yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan qurban bukan hanya sebagai ritual tahunan, tapi sebagai pengingat makna sejati dari ibadah kepada Allah SWT.
Jika Kita belum  mampu menyembelih hewan qurban tahun ini.Maka sembelihlah sifat sombong SUUDZON dalam diri kita ,yang selalu merasa benar,selalu merasa  pandai ,selalu merasa alim…
 Jika kita belum di beri kesempatan melempar jumrah tahun ini,maka lemparkanlah sifat iri ,dengki,hasud ,amarah ,dendam,dalam diri kita . TADZKIROH !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *