Anggota DPRD Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Petrus Woda meminta pengelolaan Pasar Alok Maumere harus segera dibenahi. Menurut Petrus keberadaan pasar tersebut sangat vital bagi masyarakat Kabupaten Sikka.
Hanya saja belakangan justru sering menuai persoalan seperti dugaan pungutan liar, manajemen parkir, sampah, dan berbagai persoalan lain.
“Saya meminta agar pengelolaan harus segera dibenahi secara baik karena keberadaan pasar sangat vital bagi masyarakat Kabupaten Sikka ” kata Petrus di Maumere, Senin (1/2/2025).
Politisi PKB ini juga mendorong pemerintah melakukan studi banding ke pasar di daerah lain yang lebih maju. Dengan begitu pemerintah memiliki acuan untuk bagaimana mengelola Pasar Alok menjadi lebih baik.
“Kita dorong lakukan studi banding ke pasar yang lebih maju. Saya pikir ini salah satu langkah yang harus kita lakukan,” kata dia.
Sementara itu, Penjabat Bupati Sikka, Adrianus Firminus Parera berjanji segera melakukan pembenahan manajemen pasar tersebut.
Pembenahan tersebut bertujuan agar fasilitas dan sarana pendukung di pasar dapat memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban bagi semua pengguna pasar, termasuk para pedagang dan pembeli.
“Pembenahan ini penting agar Pasar Alok menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua pihak,” ujarnya.
Dia juga meminta petugas pasar harus profesional dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik. Misalnya, pungutan pungutan retribusi harus sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.
“Saya tegaskan agar petugas pasar melayani seluruh pengguna pasar dengan baik dan tidak bekerja di luar aturan serta kewenangan,” kata dia.
Adrianus juga meminta Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Verdy Lepe dan pengelola pasar memasang Closed Circuit Television (CCTV) di Pasar Alok untuk meningkatkan keamanan.
Dengan begitu pengelolaan pasar menjadi lebih baik dan tertata demi kepentingan bersama.
Sepi Pembeli
Teresia Mina (73), salah seorang pedagang di Pasar Alok mengaku hampir setahun terakhir pasar itu sepi pengunjung. Akibatnya banyak pedagang mengeluh lantaran barang dagangan mereka tidak laku terjual.
“Sekarang pembeli sepi, dari pagi sampai sore hanya laku Rp 60.000. Ini tidak cukup untuk makan dan kebutuhan rumah,” ujarnya.
Teresia tidak mengetahui mengapa pasar itu sepi pengunjung akhir-akhir ini.
Dia berharap pemerintah melakukan pembenahan fasilitas serta pengelolaan Pasar Alok secara baik.
Jakarta, KPK Sigap.com Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk memperkuat perekonomian pedesaan melalui program inovatif bernama Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Program ini akan diluncurkan […]
Kukar, kpksigap.com – DPRD Kutai Kartanegara mengumumkan pengunduran diri Alif Turiadi sebagai anggota dewan periode 2024-2029. Surat pengunduran diri Alif si bacakan oleh Sekretaris DPRD […]
Depok | Dalam rangka bulan suci Ramadhan, politisi Partai Amanat Nasional Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya berkunjung ke Kota Depok ,Senin (17/3/25). bertempat di […]