
Pekanbaru (Riau) kpksigap.com –
Peristiwa miringnya Jembatan Sungai Rokan yang terletak di ruas jalan Tandun – Pasir Pengaraian Kec,Ujung Batu,Kab Rokan Hulu (Rohul) Prov,Riau baru – baru ini ternyata menjadi keprihatinan banyak pihak di Riau hal ini salah satunya terungkap dari salah seorang tokoh Riau Dr.Elviriadi.”Selasa 26/11/2024.
Dr.Elviriadi mengungkapkan bahwa kemiringan Jembatan itu sudah signifikan,”Sejak Sabtu tanggal 23/11/2024 malam,Jembatan yang dibangun pada tahun 1985 ini telah miring hingga 86 centimeter akibat derasnya arus Sungai Rokan dan kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi roboh sewaktu – waktu.
Menyikapi hal tersebut Dinas Pekerjaan Umum,Penataan Ruang Perumahan dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau telah mengirimkan surat kepada Dinas Perhubungan Provinsi Riau untuk menutup jembatan Sungai Rokan Kiri dan mengalihkan arus lalu lintas.” Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi resiko kecelakaan yang bisa terjadi akibat kondisi jembatan yang semakin memburuk.
Namun penutupan jembatan Sungai Rokan Kiri bukanlah mudah.”Pasalnya jembatan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat Rohul dan penutupan total jembatan akan berpotensi menyebabkan lonjakan harga kebutuhan pokok.
Menyikapi hal ini pemerintah Kabupaten Rohul bergerak cepat dengan menyikapi jalur alternatif bagi kendaraan yang bisa melintas di jembatan Sungai Rokan Kiri.
Plt Kepala Dinas PUPR Rohul Zulfikri.ST mengatakan bahwa hari ini tim gabungan dari BPBD Provinsi Riau,Dinas Perhubungan Provinsi Riau,BPBD Rohul,Polres Rohul dan instansi terkait lainya telah melakukan rapat untuk merumuskan jalur alternatif yang akan digunakan jika jembatan tersebut di tutup total.
Dua jalur utama disiapkan untuk kendaraan roda dua dan empat.”jalur pertama melalui Simpang Siabu,ruas jalan provinsi Ujung Batu – Rokan,kemudian melintasi Jembatan Gantung yang menghubungkan desa Lubuk Bendahara dengan Lubuk Bendahara Timur.”Jalur ini mengarahkan ke desa Lubuk Betung,kec Ujung Batu dengan keluar di Simpang Indomaret.
Nah.” Menyikapi peristiwa tersebut Dr.Elviriadi yang dikenal sebagai Pakar Lingkungan Hidup itu, memandangnya wajar dan tidak heran.”itu miring karena dah patah,ada pohon tumbang karena erosi.”Erosi akibat hutan digunduli.”Macam Kepala Saya ini.”Tetap saya gunduli selagi hutan Riau digunduli Orang.”Sindir Dr.Elviriadi pada awak media ini.”Selasa 26/11/2024.
Akademisi yang kerap jadi ahli di pengadilan itu pun menyatakan dengan tegas,”Riau Di Ambang Bencana Banjir.”ini dikatakan Dr.Elviriadi melihat Kondisi Hutan tersisa yang terus digunduli siang malam,tidak ada tindakan dari aparat penegak hukum,”Maka Riau ini daerah akan banjir lebih besar,jembatan – jembatan miring dan patah.”Tengok lah Nati.”Imbuh Alumni UKM Malaysia itu.
Kepala Depertemen Restorasi Gambut Mangrove KAHMI Nasional itu juga mengatakan dengan tegas bahwa belum ada kebijakan pemerintah yang signifikan.” Memang nampaknya untuk masalah hutan,alih fungsi jadi sawit,masalah erosi ,banjir,tak ada agenda yang substansial.”Seremonial aja,malah senang kalau jembatan macam Ujung Batu itu patah,dapat proyek baru.”Proyek pun dapat disunat dan ditilap,kalau banjir ya dana segar cair,”Disitu situ aja mainnya.”Ungkap Putra Meranti itu.
Aaaaaacch…..,” Tak ada yang peduli soal erosi kelapa condong pohon tumbang,itu tidak masuk hitungan, cukong setor,tanam sawit ilegal,erosi,longsor pun ke rekening !!!…..Lelamo Temakol Sungai Apit meloncat ke pangkuan Cukong Kayu Tumbang,”Kepunan Tolouw Temakol ,”Jembatan Condong Ujung Batuuuulaaaah,Iklas 7 tahun Gundul Pacu Demi Hutan Rohul.” Sindir seorang pakar lingkungan dan Hutan ini dengan bahasa Melayu Daerahnya.”(SB)*




