Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat Minta Polisi Tangkap Pengecer Nakal !

Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat Minta Polisi Tangkap Pengecer Nakal !

Labuan Bajo, KpkSigap.com – Yohanes Suherman, Direktur CV.Jarum Jaya selaku Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat, Flores Nusa Tenggara Timur ( NTT), tidak mentolerir oknum pengecer yang dengan tahu dan mau menjual pupuk bersubsidi melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Suherman, demikian sapaan Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai, ditemui Tim Investigasi Nasional KPK Sigap di Kantor CV.Harum Jaya di Labuan Bajo, Rabu siang (6/7/2025). Kepada media ini, dirinya mengakui telah memecat Distributor Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar, Yohanes Ilham Jomi selaku pemilik Toko Simpati.

” Harga subsidi itu tidak bisa dikurangi ataupun ditambah. Tidak bisa ditawar-tawar. Saya minta polisi tangkap pengecer pupuk subsidi yang nakal,” pintanya.

Menanggapi fakta penjualan pupuk bersubsidi melampaui HET di Kecamatan Pacar, pihaknya menyatakan bahwa jika kedapatan menjual pupuk bersubsidi melampaui HET akan dieksekusi.

” Sebagai orang yang berpendidikan seharusnya mematuhi surat pernyataan. Menjual pupuk bersubsidi sesuai HET. Apabila kedapatan menjual pupuk bersubsidi langsung diproses hukum saja tanpa perlu bertanya lagi ke saya selaku Distributor. Karena didalam surat pernyataan itu sudah tegas menyatakan apabila kedapatan menjual pupuk subsidi di atas HET siap diproses hukum. Saya sudah dapat dan saya langsung eksekusi. Saya sudah pecat Toko Simpati,” tegasnya.

Saat media ini meminta bukti surat pemecatan Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar, Suherman mengaku tidak ada arsipnya, dan menyarankan Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP minta ke Dinas Pertanian.

” Saya lupa tanggalnya , mungkin sekitar bulan Juli saya sudah pecat Dia ( Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar) secara resmi. Tembusan sudah saya berikan kepada Pupuk Indonesia dan Dinas. Silahkan tanya ke Dinas surat pemecatan Pengecer. Saya tidak ada arsipnya ,catau mungkin disimpan di Kantor Pusat di Ruteng-Kabupaten Manggarai,” bebernya.

Ketika ditanya media ini apakah bisa ditemui di Kantor Pusat CV.Harum Jaya di Ruteng-Manggarai untuk mendapatkan arsip surat pemecatan Toko Simpati selaku Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar, Suherman menolak seraya kembali menegaskan bahwa dirinya sudah memecat Pengecer Pupuk bersubsidi Kecamatan Pacar secara resmi.

” Masa Pak tidak percaya saya. Saya sudah pecat Dia. Pak bisa tanya ke Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat karena tembusan surat pemecatan secara resmi sudah kami berikan ke pupuk Indonesia dan Dinas,” ungkapnya.

Sebelumnya , Yohan , demikian sapaan Yohanes Ilham Jomi selaku Pengecer Pupuk Subsidi Kecamatan Pacar telah membuat surat pernyataan bermeterai tentang kesediaan menjual pupuk bersubsidi sesuai HET di Kecamatan Pacar untuk meyakinkan Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat, CV.Harum Jaya, awal Januari 2025.

Namun praktiknya dilapangan justru bertentangan dengan isi surat pernyataan ini. Berdasarkan pengakuan ribuan petani penerima pupuk bersubsidi di Kecamatan Pacar, Pengecer secara sepihak telah menaikan harga tebusan pupuk bersubsidi sejak 2023 seharga Rp 320.000/pasang yang terdiri dari pupuk urea dan Ponska masing-masing berukuran 50 kg. Kemudian dibagikan lagi menjadi Rp 330.000/ pasang untuk tahun 2024 hingga awal tahun 2025.

Menyikapi fakta ini, dihadapan Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat, Pupuk Indonesia, Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat, Camat Pacar, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pacar, Perwakilan Kelompok Tani; Yohanes Ilham Jomi, Pengecer Pupuk bersubsidi Kecamatan Pacar kembali menyatakan komitmen untuk menjual pupuk bersubsidi sesuai HET dan apabila kedapatan menjual diatas HET, dirinya bersedia untuk diproses hukum dengan segala akibatnya termasuk pencabutan ijin sebagai Pengecer Pupuk bersubsidi Kecamatan Pacar. Komitmen ini tertuang dalam surat pernyataan bermeterai di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat, 4 Juni 2025.

Namun sesudahnya, warga petani penerima pupuk subsidi di Kecamatan Pacar kembali mengeluh. Sebab , pengecer kembali menjual pupuk bersubsidi melampaui HET. Terhadap fakta ini , Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat menyatakan kemarahannya.

” Adik, kalau kau mau cari untung. Jangan urus pupuk subsidi. Ksu cari saja kerja yang lain. Kalau kau jual pupuk subsidi di atas HET setelah bikin surat pernyataan. Itu artinya kau sendiri yang buka jalan untuk masuk penjara. Kau jangan persalahkan kami,” ungkap Suherman disaksikan oleh dua orang staf CV.Harum Jaya dengan sapaan masing-masing, Tika dan Andre, serta Ketua LMI-NTT, Marsel Pelealu.

Situasi pertemuan sempat memanas ketika Suherman mempersiapkan Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP selalu mengekspos persoalan pupuk subsidi di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya di Kecamatan Pacar.

” Pak jangan seperti Roy Suryo yang menuding Jokowi dengan ijasah palsu, hanya menimbulkan kegaduhan. Jangan-jangan Pak ada benci sama Toko Simpati sehingga Pak sorot terus Persoalan Pupuk di Kecamatan Pacar,” ungkapnya .

Mendengar ini , Marsel, sapaan Marsel Pelealu Ketua LMI NTT tidak terima dan langsung proses terhadap Suherman.

” Pak Suherman jangan terlalu melebar kemana-mana. Soal publikasi media itu urusan media. Pak tidak usah intervensi pekerjaan media. Jangan samakan Sekretaris LMI NTT/ Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP dengan Roy Suryo. Itu dua hal yang berdebar, ” Tegas Ketua LMI NTT.

Sementara itu , Adrianus Jehamat, Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP menegaskan dirinya tidak sedang membenci siapapun !

” Pak Suherman, saya ingatkan untuk fokus pada persoalan pupuk saja. Kami datang kesini ketemu Bapak sesuai arahan Bapak sebelumnya agar datang saja ke kantor untuk wawancara. Bapak tinggal jawab ya atau tidak jika Yohan benar sudah dipecat, dan tolong tunjukan surat pemecatan jika ada. KPK SIGAP lakukan investigasi dan publikasi justru mau menolong para petani penerima pupuk subsidi agar mendapatkan pupuk subsidi sesuai HET,” tegas Adrianus .

Mendengar ini , Suherman menyatakan dirinya salut dan mendukung langkah KPK SIGAP jika murni mau membela kepentingan para petani seraya menyampaikan pesan moral :

” Syukurlah jika Pak tidak sedang membenci siapapun. Rangkulah banyak orang. Siapa tahu Tuhan berkati dan Bapak jadi Calon Bupati, atau Calon Camat, Calong Anggota DPRD suatu saat dan didukung oleh masyarakat. Tolonglah petani agar mereka bisa dapat pupuk murah. Kalau ada yang mau jadi pengecer pupuk subsidi di Kecamatan Pacar, Pak ajukan ke Saya. Dari PPL sudah ajukan . dari Sekretaris Camat Pacar juga sudah ada. Kalau dari Pak juga ada calon pengecer silahkan usulkan ke saya,” pintanya.

Reporter Adrianus Jehamat.
Editor mursyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *