Dari Antrean Motor ke Deretan Drum: Misteri Distribusi BBM Subsidi

Kalimantan barat,kpksigap.com – Di balik deru mesin kendaraan yang antre, terselip cerita yang bikin dahi berkerut. SPBU Sebangkau kini jadi buah bibir warga. Bukan soal pelayanan prima, melainkan dugaan praktik “main cantik” dalam penyaluran BBM subsidi.

Warga menyebut, pembeli bermodal jeriken dan drum justru seperti “tamu kehormatan”. Truk dan pick up datang silih berganti, mengangkut wadah-wadah besar yang siap diisi. Pemandangannya nyaris seperti distribusi logistik skala grosir, bukan pembelian eceran untuk kebutuhan harian.

“Kalau partai besar jelas ‘can tepi’-nya gede. Sekali isi bisa bikin dompet tebal. Beda sama kami yang cuma beli satu-dua liter buat motor,” celetuk seorang warga dengan nada getir.

Ironisnya, BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Namun di lapangan, warga merasa prioritas pelayanan justru berbanding terbalik. Pembeli jeriken dilayani cepat dan ramah, sementara pengguna motor yang mengantre dengan uang pas-pasan sering kali harus bersabar lebih lama.

“Yang beli pakai jeriken senyum-senyum dilayani. Giliran kami beli satu liter, rasanya seperti jadi pelanggan kelas dua,” tambahnya.

Yang membuat warga makin heran, praktik ini disebut berlangsung terang-terangan. Pagi, siang, hingga malam, kendaraan pengangkut jeriken tetap datang dan pergi tanpa hambatan. Seolah tak ada yang perlu ditakuti, seakan semua berjalan dalam zona aman.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ke mana pengawasan? Mengapa distribusi yang diduga menyimpang ini terkesan dibiarkan.

Warga pun mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pihak Pertamina untuk segera turun tangan dan melakukan penelusuran. Jika benar terjadi pelanggaran, mereka berharap ada tindakan tegas agar BBM subsidi kembali tepat sasaran—bukan jadi ladang “cuan jumbo” bagi segelintir pihak.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola SPBU Sebangkau terkait tudingan tersebut.(Rahmad Maulana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *