Cipayung Plus Kota Baubau – Bubarkan DPR dan Represif Seragam
#TNI_BERSAMA_RAKYAT_DAN_MAHASISWA
Kpksigap.com Baubau, 30 Agustus 2025 – Cipayung Plus Kota Baubau, sebagai aliansi yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa dan pemuda, kembali menegaskan sikap kritis mereka terhadap berbagai kebijakan yang dianggap menindas dan tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Dalam seruan terbaru mereka, Cipayung Plus mengangkat dua isu utama yang tengah mencuat di ranah politik Indonesia: pembubaran DPR dan fenomena represifitas aparat yang mengenakan seragam cokelat. Mereka juga menggagas gerakan #TNI_Bersama_Rakyat_dan_Mahasiswa, yang menegaskan pentingnya peran TNI yang dekat dengan rakyat dan mahasiswa dalam mengawal reformasi.
Dalam seruan mereka, Cipayung Plus menilai bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini telah gagal memenuhi amanat yang diberikan oleh rakyat. Sebagai lembaga yang seharusnya menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah, DPR justru lebih sering berfungsi sebagai alat untuk memperkuat kepentingan segelintir elite politik.
Cipayung Plus menganggap bahwa DPR kini lebih banyak terjebak dalam praktik politik pragmatis dan tidak memperjuangkan kesejahteraan rakyat yang seharusnya menjadi prioritas utama.
“Kami meminta agar DPR dibubarkan karena jelas-jelas gagal menjalankan fungsi representasi rakyat. Mereka lebih sering membela kepentingan pribadi dan golongan daripada mendengarkan suara masyarakat,” ujar salah satu perwakilan Cipayung Plus Kota Baubau Hizwan Nawawi.
Seruan ini bukan hanya berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap kinerja legislatif, tetapi juga sebuah ajakan untuk melakukan perubahan struktural dalam sistem politik Indonesia. Cipayung Plus menganggap bahwa dengan pembubaran DPR yang ada sekarang, akan ada kesempatan untuk membentuk lembaga legislatif yang benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat.
Fenomena meningkatnya tindakan represif oleh aparat keamanan yang mengenakan seragam cokelat yang merujuk pada polisi juga menjadi sorotan tajam dalam pernyataan Cipayung Plus. Dalam beberapa tahun terakhir, tindakan kekerasan terhadap mahasiswa, aktivis, dan masyarakat sipil semakin sering terjadi, terutama saat ada protes atau demonstrasi yang menuntut perubahan.
Cipayung Plus menilai bahwa seragam cokelat, yang seharusnya menjadi simbol perlindungan dan pengayoman masyarakat, kini justru sering kali identik dengan kekuatan yang menekan dan membungkam suara rakyat hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Mereka menyoroti berbagai kasus di mana aparat menggunakan kekuatan secara berlebihan untuk membungkam kritik, yang justru semakin menurunkan kepercayaan publik terhadap aparat keamanan.
“Apakah aparat keamanan ingin menciptakan citra negara yang represif? Kami ingin agar seragam cokelat ini kembali pada tugas aslinya: melindungi rakyat, bukan menakut-nakuti mereka. Negara seharusnya hadir untuk memberikan rasa aman, bukan sebaliknya,” tegas Hizwan Cipayung Plus dalam pernyataan nya.
Salah satu langkah positif yang diusung oleh Cipayung Plus adalah ajakan untuk mempererat hubungan antara TNI, rakyat, dan mahasiswa melalui gerakan #TNI_Bersama_Rakyat_dan_Mahasiswa. Mereka menilai bahwa TNI yang selama ini dikenal sebagai penjaga keamanan negara harus kembali kepada prinsip dasar mereka, yaitu menjaga kedaulatan rakyat.
Gerakan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa TNI harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Cipayung Plus berharap agar TNI bisa lebih mendukung upaya-upaya positif dari mahasiswa dan rakyat dalam memperjuangkan hak-hak mereka, serta menjaga integritas demokrasi dan hak asasi manusia.
“Mahasiswa dan rakyat selalu berada di garis depan dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan. TNI seharusnya bersolidaritas dengan kami, bukan melawan kami. #TNI_Bersama_Rakyat_dan_Mahasiswa adalah simbol bahwa kita semua harus berjuang bersama untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Pernyataan dari Cipayung Plus ini bukan hanya soal kritik semata, tetapi juga sebuah seruan untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih demokratis, adil, dan transparan. Mereka percaya bahwa peran serta mahasiswa, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam mewujudkan perubahan positif. Namun, perubahan tersebut tidak akan tercapai jika negara terus mengedepankan represifitas, serta membiarkan praktik politik yang tidak berpihak kepada rakyat.
“Ini adalah seruan bagi seluruh mahasiswa, pemuda, dan rakyat Indonesia untuk bersatu. Kita tidak bisa hanya diam melihat ketidakadilan dan penindasan yang terjadi. Kita harus berdiri bersama, dengan TNI sebagai bagian dari perjuangan rakyat, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih demokratis dan bebas dari penindasan,” tambah Hizwan.
Dengan gerakan #TNI_Bersama_Rakyat_dan_Mahasiswa, Cipayung Plus Kota Baubau menegaskan sikap mereka untuk terus memperjuangkan hak rakyat, keadilan, dan demokrasi.
Pernyataan ini mencerminkan semangat perjuangan yang tak kenal lelah dari Cipayung Plus, yang tidak hanya mengkritik, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berjuang bersama menuju Indonesia yang lebih baik dan lebih adil.
Reporter La Ode
Editor mursyidi




