Bukan Kandang, Melainkan Gedung SDN Dangka !
Compang, Kpksigap.com – Kondisi fisik bangunan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dangka yang terletak di Dangka, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT sangat memperihatinkan. SDN Dangka berdiri sejak 2019 dan sudah melangsungkan proses kegiatan belajar mengajar ( KBM) selama tujuh tahun namun kondisi bangunan masih tampak sangat sederhana.
Aktifitas pendidikan di sekolah dasar negeri Dangka ini dipimpin oleh Thomas Sardin, S.Pd,Gr., selaku PLT Kepala SDN Dangka terhitung sejak 2024 hingga saat ini.
Ditengah kondisi fisik bangunan yang tidak memadai , berlantai tanah dan berdinding bambu yang sudah mulai lapuk dimakan rayab. Pak Tommy, demikian sapaan PLT Kepala Sekolah ( Kepsek) Dangka, bersama enam orang rekan guru berusaha memberikan yang terbaik bagi delapan puluh warga belajar atau peserta didik yang terbagi ke enam rombongan belajar, mulai dari kelas satu hingga kelas enam.
Dihubungi Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP di Puing , Desa Waka , Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Pak Tommy sungguh berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah diwilayah ini agar gedung SDN Dangka boleh segera dibangun permanen demi kenyamanan pelaksanaan proses KBM di sekolah ini.
“Selamat malam, harapannya, secepatnya gedung sekolah diperbaiki ( gedung permanen) karena kami sampai sekarang masih nol besar untuk sarana dan prasarana,” ungkap Pak Tommy kepada Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP, Sabtu malam , 19 Juli 2025.
Lebih lanjut , dirinya mengakui jika meja dan kursi belajar bagi kelangsungan proses KBM di sekolahnya masih lumayan bagus. Namun masih kesulitan mendapatkan fasilitas air bersih , WC, dan listrik . Kondisi ini tentu saja sangat tidak mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan pendidikan di era digital saat ini.
” Saya PLT dr september 2024.
Meja kursi masih lumayan bagus. Air bersih tidak ada,wc dan listrik tidak ada. Rombongan belajar sekarang sudah 6 (enam). Dari kelas 1-6, ” tuturnya.
Proses KBM dalam tujuh tahun terakhir berlangsung dalam gedung sederhana yang dibangun atas swadaya masyarakat, namun kondisinya kini sudah tidak memadai bagi kelangsungan pendidikan bagi penerus generasi bangsa di masa depan. Kondisi gedung SDN Dangka perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga ( Dinas PPO) Kabupaten Manggarai Barat.
” SDN Dangka yang letaknya tepat di kampung Dangka desa Compang, Kec. Pacar sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Kondisi sampai saat ini masi menggunakan gedung swadaya masyarakat dan orang tua murid.
Kondisi gedung sekarang sudah menghampiri tidak layak pakai karena dinding yang terbuat dari bambu sudah mulai hancur dimakan rayap. Lantai gedung masih beralaskan tanah becek berbatu.
Belum memiliki fasilitas (laptop, buku pelajaran, printer, WC, air bersih dan listrik),” terang Pak Tommy.
Predikan Labuan Bajo selaku Ibukota Kabupaten Manggarai Barat secara nasional disebut sebagai Daerah Super Prioritas (DSP) tampaknya tidak singkron dengan ketersediaan sarana pendidikan, khususnya gedung sekolah tingkat SD seperti SDN Dangka yang sangat tidak memadai. Kondisi ini menuntut perhatian dari Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama DPRD setempat untuk segera mengalokasi anggaran bagi pembangunan gedung permanen SDN Dangka tahun ini atau tahun depan.
KPK SIGAP Red
Editor mursyidi
Reporter Adrianus Jehamat.




